FM-Mantap Akhir Masa Jabatan dengan Utang Miliaran di BPJS

Ilustrasi. (istimewa) 

Tobelo, malutpost.id -- Masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara, Maluku Utara Frans Manery dan Muhlis Tapi Tapi akan berakhir pada Rabu, 17 Februari 2021 pekan depan. Kepala daerah berakronim FM-Mantap itu purna tugas dengan meninggalkan utang di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan senilai Rp8 miliar pada 2020.

Utang Pemda Halut itulah menjadi penyebab dihentikannya kerja sama pemkab dengan BPJS Kesehatan. "Informasinya pemda berutang di BPJS sekitar Rp8 miliar, makanya kerja sama dengan BPJS tentang keanggotaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) peserta jaminan kesehatan untuk warga tidak mampu di Halut dialihkan menjadi pasien umum,"ungkap salah satu di Pemkab Halut kepada malutpost.id, Selasa (9/2/2021).

Sekretaris Daerah Halut, Yudihard Noya saat dikonfirmasi membenarkan utang tersebut. Namun, dia memastikan kerja sama dengan BPJS akan dilanjutkan kembali pada 2021. Yudihard bilang, akumulasi hutang pemkab senilai Rp8 miliar selama 2020.

"Kerjasama BPJS akan dilanjutkan 2021, tapi kepesertannya akan dievaluasi sehingga peruntukannya benar-benar tepat sasaran. Selain itu pemda juga akan menyelesaikan utang di BPJS,"katanya.

"Utang itu akan dilunasi 2021 ini, karena di APBD sudah dianggarkan termasuk anggaran untuk melanjutkan program kerjasama itu,"terang Yudihard.

Sebelumnya, Pemkab Halut melalui Direktur RSUD Tobelo Irwanto Tandaan mengeluarkan surat pemberitahuan tertanggal 3 Februari 2021 perihal penghentian kerja sama dengan BPJS dan mengalihkan warga penerima bantuan iuran peserta jaminan kesehatan menjadi pasien umum. (rid)


-

Peliput : Ridwan Arif

Editor   : Ikram