Tambang Pasir Laut, Kejari Kepsul Minta Polisi Usut Kontraktor Jembatan Air Baleha

Kejari Kepsul Romulus Haholongan menyerahkan hasil temuan tim jaksa kepada Wakapolres Kepsul Kompol Arifin La Ode Buri dalam rapat bersama, Rabu (10/2/2021). (Dok. Kejari Kepsul)

Ternate, malutpost.id -- Tim Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Sula menemukan dugaan kejahatan lingkungan berupa penambangan pasir pantai dalam proyek pembangunan jembatan Air Baleha, di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula.

Temuan ini langsung ditindaklanjuti Kejari Kepsul melalui rapat bersama dengan Polres Kepsul, Inspektorat, dan Dinas PUPR pada, Rabu (10/2/2021). Jaksa menilai investigasi lanjutan menjadi wewenang polisi untuk melakukan penyelidikan dugaan pidana.

Kepala Kejari Kepsul Romulus Haholungan dalam kesempatan itu menjelaskan, pertemuan itu untuk menindaklanjuti hasil investigasi pihaknya soal dugaan penambangan liar oleh kontraktor proyek jembatan Air Baleha yang digunakan sebagai material proyek.

"Pembahasan mengenai dugaan tindak pidana pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berdasarkan Pasal 35 huruf (i) UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah dan Pulau-pulau Kecil,"kata Romulus dikutip dari akun Instagram kejaksaannegerikepulauan.

Menurut Jaksa, aktivitas tersebut masuk dalam kategori penambangan liar dan illegal karena mengambil pasir di tepi pantai bukan pada wilayah yang ditetapkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram