Tambang Pasir Laut di Kepsul, Wandi: Polres Harus Tindak

Aktivitas pengerukan pasir di pantai Desa Baleha yang diduga digunakan sebagai material jembatan Air Baleha. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Aktivis lingkungan di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara turut menyoroti praktek penambangan pasir liar di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur.

Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Malut, Wandi Buamona menyatakan, pembangunan proyek jembatan Air Baleha menggunakan material pasir lingkungan.

Menurut Wandi, pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan menemukan penggalian besar-besaran di bibir pantai yang dapat merusak ekosistem laut dan menyebabkan abrasi.

"Penggalian ini telah melebihi batas sehingga aktivitas tersebut telah masuk pada penambangan pasir,"kata Wandi kepada malutpost.id, Jumat (12/2/2021).

Di katakan Wandi, penambangan pasir tanpa izin adalah pelanggaran pidana sebagaimana Pasal 73 Ayat (1) Huruf (d) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Untuk itu, lanjutnya, selaku aktivis lingkungan dirinya mendesak Polres Kepulauan Sula segera memanggil pihak terkait yang sengaja melakukan penambangan.

"Sudah harus ada langkah tegas karena sangat mengancam dan merusak lingkungan,"pungkas Wandi yang juga Direktur Sosial Ekologi Kepulauan sula (SEL-KEPSUL). (ikh)



-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram