BNNP Malut Kembali Ungkap Sindikat Narkoba Antarlapas

Tersangka M alias Ulis saat dibawa oleh personil BNNP Malut ke kantor BNN untuk diperiksa, Jumat (19/2/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara kembali membongkar penyelundupan narkoba di Lembaga Pemasyarakat di Ternate.

Kali ini, lembaga hukum khusus narkoba itu menangkap satu tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate berinisial M alias Ulis. Napi tersebut didiga sindikat dan terlibat transaksi narkoba jenis sabu antarlapas.

Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Roy Hardi Siahaan mengungkapkan, jaringan narkoba yang dibongkar BNN kali ini menyeret napi di Lapas Ternate dan Makassar.

Di jelaskan Roy, informasi yang diterima dari salah satu napi di Lapas Makassar Salemba II, berinsial S, menceritakan bahwa ada oknum napi di Makassar yang berkomunikasi dengan napi juga di Lapas Ternate.

"Jadi sabu siap jual itu sebanyak 125 paket atau beratnya 1 ons 8 gram ke Ternate dengan menggunakan jasa pengiriman. Barang tersebut dimasukkan dalam kaleng pelumas, pelaku sudah kita ambil dari Lapas ke BNNP,"jelas Roy di kantor BNNP Malut, Jumat (19/2/2021).

Barang tersebut dari jasa pengiriman dikirim ke alamat rumah kerabatnya Ulis di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara. Ulis lalu menelpon J untuk mengambil paket tersebut dan dibawa ke rumahnya. Petugas akhirnya menangkap J bersama barang bukti dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

"Semua sudah siap dijual atau istilah mereka dibuang,"ujarnya.

Jendral bintang satu itu menegaskan, pihaknya tetap memproses Ulis, meski Ulis saat ini tengah menjalani hukuman.

"Kita serius, siapa pun itu tetap sama di mata hukum, terlepas dari dia adalah warga binaan, kita akan lakukan seperti narapidana sebelumnya. Kalau napi di Makassar juga kita kembangkan,"tegasnya.

Sekedar diketahui, Ulis merupakan terpidana yang sudah tiga kali tertangkap dengan kasus yang sama, sebelumnya oleh Sat Resnarkoba Polres. Sedangkan, untuk J baru pertama kali. "Kalau dia tahanan, maka hukumannya bertambah satu per tiga dari hukuman yang ada,"pungkasnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 112 ayat 1, 114 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun sampai seumur hidup.(cr-04)


-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram