Corona di Malut Masih 3912 Kasus


Vaksin (Foto Istimewa)

TERNATE – Pemerintah kembali memperbarui data kasus Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (18/2), untuk Maluku Utara (Malut) kasus positif Covid-19 mencapai 3912, sembuh 3140 kasus dan meninggal 111 kasus. Sementara itu, program vaksinasi tahap 2 untuk pekerja publik sudah dimulai sejak Rabu (17/2) lalu.

Selain bagi pekerja publik, vaksinasi tahap 2 ini juga meneruskan vaksinasi bagi masyarakat lanjut usia atau lansia, di atas usia 60 tahun. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu. Sasaran vaksinasi tahap 2 akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Vaksinasi tahap kedua diharapkan selesai pada Mei 2021 dengan total sasaran mencapai 38.513.446 orang. Sasaran vaksinasi tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga rentan terpapar virus. Mereka meliputi; Tenaga pendidik, guru, dan dosen sasarannya sebanyak 5.057.582 orang. Pedagang pasar 4.012.232 orang, tokoh agama dan penyuluh agama 66.831 orang, wakil rakyat 20.231 orang. Kelompok ini meliputi DPR RI, DPD, DPR Provinsi, dan kabupaten atau kota. Pejabat negara sebanyak 630 orang. Kelompok ini meliputi menteri, wakil menteri, kepala lembaga, gubernur, bupati, wali kota, sekda, dan pejabat eselon. “ Untuk pegawai daerah sebanyak 2.778.246 orang. Kelompok ini meliputi aparatur sipil negara (ASN) pusat, daerah, dan honorer,” terangnya.

Selanjutnya untuk atlet ditargetkan sebanyak 1.175 orang, jurnalis 5.000 orang, keamanan 2.778.246 orang. Kelompok ini meliputi TNI, Polri, Satpol PP baik di provinsi, kabupaten, maupun kota. Pelayanan publik sebanyak 3.670.069 orang. Kelompok ini meliputi kepala desa, perangkat desa, BUMN, BUMD, BPJS, dan pemadam kebakaran Pelayanan transportasi publik sebanyak 1.247.116 orang. Kelompok ini meliputi pekerja tiket dan masinis kereta api, pekerja bandara, pilot, pramugari, pekerja pelabuhan, pekerja TransJakarta dan MRT, sopir bus, kernet, bahkan kondektur, sopir taksi, dan juga ojek online.

Pelaku sektor pariwisata, seperti staf hotel, restoran, dan tempat wisata. Lebih lanjut, Kemenkes berencana menjalankan vaksinasi secara bertahap, dimulai di tujuh provinsi di Jawa dan Bali, meliputi: DKI Jakarta Banten Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Bali Prioritas tujuh provinsi tersebut atas pertimbangan bahwa 70 persen kasus Covid-19 ada di Jawa-Bali. Wilayah tersebut juga memiliki permukiman padat sehingga laju penularannya cukup tinggi. Mengenai stok vaksin, hingga minggu kedua Maret, total vaksin yang tersedia sebanyak 18 juta dosis vaksin. Adapun jumlah vaksin yang dikirim ke daerah akan disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan vaksin.

Mekanisme Pendaftaran

Terdapat tiga mekanisme, yaitu: Setiap lembaga atau institusi dapat mendaftarkan anggotanya secara online melalui sistem PC are. Untuk kelompok masyarakat lansia, data diperoleh dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Peserta vaksinasi dapat mendaftarkan diri secara manual ke institusi atau lembaga yang menaungi mereka, tetapi bisa juga ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk tempat yang dapat melayani vaksinasi tahap kedua, yaitu: Fasilitas layanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta Institusi yang berkaitan dengan peserta vaksinasi massal di tempat Vaksinasi massal bergerak. Perubahan persyaratan Pemerintah mengizinkan pemberian vaksin Covid-19 bagi sasaran tunda, dengan detail sebagai berikut: Ibu menyusui Orang dengan riwayat epilepsi yang terkontrol ODHA yang minum obat teratur Lansia di atas 60 tahun. Pada kelompok lansia, vaksin diberikan sebanyak dua dosis dengan interval 28 hari. Penyintas Covid-19. Apabila sudah dinyatakan sembuh minimal 3 bulan, maka dapat menerima vaksin Covid-19.

Komorbid Untuk kelompok komorbid seperti hipertensi, vaksin boleh diberikan dengan syarat tekanan darah di bawah 180/110 mmHG. Sementara untuk penderita penyakit kronik, vaksinasi bisa diberikan sepanjang belum ada komplikasi akut, dan bagi penyintas kanker vaksin dapat diberikan di bawah pengawasan medis. Adapun pemberian vaksin akan ditunda apabila sasaran vaksinasi mengalami beberapa hal, yakni; Mengalami gejala demam seperti batuk, pilek, sesak napas dalam tujuh hari terakhir, maka vaksinasi ditunda hingga 14 hari setelah gejala muncul Ibu hamil Pengidap penyakit otoimun sistemik Seseorang yang sedang pengobatan gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi Dengan adanya perubahan ini, Kementerian Kesehatan meminta daerah untuk menggunakan aplikasi PCare dalam rangka pembaruan screening dan registrasi ulang pada sasaran tunda. Teknis pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok sasaran tunda tidak berbeda, tetapi proses screening kesehatan akan dilakukan lebih detail sesuai dengan form yang telah disediakan.

Empat Tahap Pemberian Vaksin

Tahap 1 (Januari-April 2021), sasaran vaksinasi Covid-19 tahap satu antara lain tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes). Tahap 2 (Januari-April 2021) Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua menyasar petugas pelayanan publik seperti TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, vaksinasi tahap dua juga menyasar kelompok usia lanjut, dengan usia 60 tahun atau ke atas. Tahap 3 (April 2021-Maret 2022), vaksinasi akan menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Dan tahap 4 (April 2021-Maret 2022), meliputi masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. (kc/rul)