Pulau Pagama di Kepulauan Sula Terancam 'Hilang'

Kondisi Pulau Pagama, Kabupaten Kepulauan Sula saat ini yang terus tergerus dan terancam hilang sebagai salah satu pulau di Kepsul. (istimewa)

Sanana, malutpost.id -- Pulau Pagama, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara berpotensi tersisa nama. Bukan tidak mungkin, pulau kecil nan indah yang terletak di antara Pulau Lifmatola dan Pulau Mangoli Kepsul ini terancam hilang ditelan laut, jika dibiarkan abrasi.

Lima tahun sebelumnya luas pulau eksotik tersebut sekira 450 meter dan masih ditumbuhi puluhan pohon pinus. Kini, yang tersisa hanya satu pohon pinus yang juga terancam abrasi.

Luasnya pun tak kurang 10 meter persegi. Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Malut, Kuswandi Buamona dan anggota DPRD Malut, Malik Sillia turut menyoroti kondisi tersebut. Lanjutnya, tenggelamnya Pagama tidak hanya disebabkan peristiwa laut akibat cuaca ekstrem, kerusakan lingkungan di Sula juga menjadi faktor pendukung rusaknya ekologi laut.

"Bukan hanya pemanasan global sehingga es di kutub utara mencair dan volume air laut meningkat, akan tetapi faktor lainnya akibat kerusakan lingkungan yang terus terjadi di Kepsul. Dampak reklamasi pantai jelas dalam beberapa tahun terakhir di Sula,"kata Kuswandi, Senin (22/2/2021).

Wandi berujar, tenggelamnya Pagama menjadi alarm dan ancaman serius bagi pulau-pulau kecil di Kepulauan Sula. Pengacara muda itu menambahkan, reklamasi berdampak langsung pada kondisi air laut, dan secara perlahan menyebabkan turunnya produktifitas air laut yang juga berdampak pada kehidupan masyarakat.

"Inti dari semakin parahnya abrasi tersebut adalah perencanaan diterapkan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula itu tidak adaptif. Contoh, pemberian izin-izin yang tidak memperhatikan dampak lingkungan terutama di pesisir merupakan sumber dari masalah ancaman hilangnya pulau-pulau kecil di Kepsul,"papar Wandi-panggilan akrab Kuswandi.

"Untuk itu saya mengajak semua pihak, beraksi berbasis ekologi. Ayo selamatkan pulau-pulau kecil di Maluku Utara, tolak reklamasi pantai, tolak semua perizinan yang merusak hutan,"pungkasnya.

Senada, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Abdul Malik Silia mengatakan, kondisi Pulau Pagama di Sula menjadi pelajaran sekaligus peringatan semua daerah di Malut.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen 'keroyok' selamatkan pulau mungkil tersebut dari ancamana abrasi.

"Baik pemkab, pemprov, dan pempus, wajib mengambil langkah cepat sebelum terlambat. Pemuda Sula wajib galang koin untuk selamatkan Pulau Pagama,"tandasnya. (cr-01)


-

Peliput : Gunawan Tidore

Editor   : Ikram