Psikolog Minta Kasus Bunuh Diri di Halut Jadi Perhatian Bersama

Dewi Mufidatul Ummah. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Angka kasus bunuh diri di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara dari tahun ke tahun terus bertambah. Ini dilakukan oleh remaja hingga orang dewasa dengan berbagai motif. 

Menurut Psikolog, Dewi Mufidatul Ummah, perilaku suicidal atau bunuh diri baik pada remaja, dewasa ataupun anak merupakan sebuah perilaku terminal yang didahului dengan gejala-gejala atau symptom yang mengindikasikan kesehatan mental yang terganggu.

Sehingga kata Dewi, apapun penyebabnya perilaku bunuh diri pasti akan dimulai dengan level-level kondisi kesehatan mental yang perlu diperhatikan sebelumnya.

"Di awali dengan stres jika tidak tertangani akan menjadi frustasi, jika berlanjut bisa jadi anxiety atau kecemasan dan apabila tidak dibantu dengan penanganan yang tepat akan menjadi gangguan psikologis lebih berat seperti phobia atau depresi,"jelas Dewi.

"Jika ditambah dengan pikiran-pikiran negatif atau destruktif yang mendominasi, maka bisa terjadi keputusan individu tersebut untuk bunuh diri,"lanjutnya.

Untuk itu, tambah Dewi, diperlukan perhatian bersama, karena aspek kesehatan mental sejauh ini kurang mendapat perhatian. Masyarakat lebih mengedepankan kesehatan fisik.

"Padahal, kesehatan mental atau psikologis sangat memiliki pengaruh yang signifikan dengan kesehatan fisik,"ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan, menurut Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah kondisi dimana individu merasa sejahtera.

Sehingga dapat diartikan aspek biologis, aspek mental emosional, dan aspek sosial kultural dari individu tersebut berkembang dengan optimal. "Artinya yang bersangkutan merasa mampu untuk menerima keadaan dirinya dan marasa diterima oleh lingkungannya dengan baik,” tandas Mantan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Malut itu.(cr-04)



-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram