Selipkan Sabu Dalam Mesin Printer, Polsek Ternate Utara Ungkap Peran Narapidana

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada bersama Kapolsek Ternate Utara memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus narkoba, Kamis (11/3). (Foto: Ramlan/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Penyelundupan narkoba oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Ternate masih terjadi.

Unit Resmob Serigala Utara, Polsek Ternate Utara, Polres Ternate berhasil mengungkapkan penyelundupan narkoba jenis sabu melalui Bandara Babbullah Ternate.

Dari hasil penyelidikan polisi, barang haram tersebut diduga milik Kancil, napi kasus narkoba yang dihukum 2 tahun kurungan di Lapas Ternate.

Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada menjelaskan, pengungkapan narkoba tersebut merupakan laporan dari masyarakat.

"Jadi, pada Sabtu 6 Maret 2021, anggota Polsek Ternate Utara mendapat informasi dari masyarakat yang dicurigai dengan inisial CH alias Koko menyimpan sabu,"ungkap Kapolres yang didampingi Kasubag Humas Polres Ternate Ipda Wahyudin dan Kapolsek Ternate Utara Iptu Joni Aryanto di Mapolres setempat, Kamis (11/3).

Petugas yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu Joni Aryanto kemudian melakukan pengembangan selama 3 hari terhadap CH.

Dalam penyelidikan itu, kata Kapolres, tim berhasil mengamankan CH alias Koko di kamar kosnya di Kelurahan Kasturian, Ternate Utara, pada Selasa (9/3) pukul 16.00 WIT.

Di tangannya juga ditemkan barang bukti berupa sabu sebanyak dua sachet plastik bening ukuran besar dan kecil seberat 60,23 gram, 3 pak plastik bening ukuran 5x3 belum terpakai, 1 buah timbangan saku digital merk pocket ccale abu-abu beserta box biru dan 1 handphone VIVO Z1 PRO hitam.

"Dari keterangan Koko bahwa barang bukti jenis sabu adalah milik Kancil yang saat ini berstatus sebagai narapidana di Kelas lA Jambula Ternate,"katanya.

Petugas yang dipimpin Kapolsek kemudian menuju Lapas Ternate bersama pegawai mengamankan Kancil.

Tim juga menemukan 1 handphone Samsung Galaxy A10 merah, 1 buah pipet kaca dan korek api di tangan Kancil.

Kapolsek Ternate Utara Iptu Joni Aryanto menambahkan, Kancil mengaku merekrut oleh Koko untuk bertugas menjemput barang bukti tersebut di bandara.

Untuk mengelabui petugas, barang haram itu diisi dalam mesin printer rusak yang dikirim dari Surabaya, Jawa Timur melalui kargo di Bandara Babullah.

"Koko ini dikendalikan oleh Kancil dari dalam Lapas menggunakan handphone. Handphone sudah kita amankan,"katanya. Keduanya dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1), subsider pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 Tahun maksinmal 12 tahun penjara. (cr-04)


Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram