Air Mancur Haltim "Taprop", PPK dan Kontraktor Jadi Pesakitan

Adri Notanubun. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinsial FD dan ZA, kontraktor proyek air mancur di pusat pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur sebentar lagi menjadi terdakwa.

Pasalnya, berkas perkara kedua tersangka telah ditahap dua oleh penyidik Kejaksaan Negeri Haltim ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Senin (14/3/2021).

"Iya, kita tahap dua kasus air mancur di Maba Haltim tahun 2011,"kata Kajari Haltim, Adri Notanubun kepada malutpost.id di Kejati Malut, Senin (14/3/2021).

Adri menjelaskan, penyerahan tahap dua berkas perkara sekaligus dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka. "Sudah kita lakukan penahanan,"ungkapnya.

Kasi Intel Kejari Haltim S. Anwar, mengungkapkan, proyek tersebut dianggarkan dalam APBD 2011 oleh Dinas Pekerjaan Umum sebesar Rp704 juta.

"Kerugian negara sesuai hitungan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Rp550 juta sekian,"katanya.

Kedua tersangka, menurut dia, sementara juga telah dititipkan di Rumah Tahanan  Kelas IIB Ternate. Kemudian, selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. "Kita titipkan selama dua puluh hari ke depan,"pungkasnya.

Proyek tersebut diduga bermasalah lantaran pasca pekerjaan, air mancur tidak bisa fungsikan hingga saat ini. (cr-04)



-

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram