Satu Warga Halmahera Tengah Tewas Terkena Panah Usai Diserang OTK

Ilustrasi. (istimewa)

Weda, malutpost.id -- Risno (40) warga Desa Batu Dua Kecamatan Patani Utara ditemukan tewas pada ,Ahad (21/3/2021) sekitar pukul 22.00 WIT.

Korban meninggal dunia setelah terkena panah orang tak dikenal di hutan Halmahera Tengah.

Sumber dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula Sabtu (20/3) pagi. Saat itu korban bersama Yusuf Kader (40) warga Desa Batu Dua, Jahid Hamid (40) warga Desa Batua Dua, Martawan Abdullah (45) warga Desa Batu Dua, Anto Latani (45) warga Desa Batua Dua, Masani (55) warga Desa Masure, dan Kopda Zain (35) yang merupakan anggota Koramil 1512/02 Patani.

Merekaa masuk ke hutan lewat kali Gowonli. Sore harinya, diduga mereka diserang orang hutan dengan menggunakan panah.

Melihat itu, korban dan rekan-rekannya termasuk anggota TNI itu masing-masing lari menyelamatkan diri.

Nah, Jahid Hamid (40) warga Desa Batua Dua dalam pelarian itu mendengar ada bunyi sensor di tengah hutan di atas Desa Shil Kecamatan Maba Selatan dan lari menuju ke asal suara mesin tersebut.

Di sana ia menemukan Zaidan warga Shil yang sementara bekerja. Jahid pun menceritakan kalau ia dan teman-temannya di serang orang hutan.

Mendengar itu Jahid dan Zaidan pun langsung bergegas turun ke Desa Shil. Zaidan pun menghubungi rekannya di Desa Tepeleo yakn Sahril.

Mendapat informasi itu, Sahril langsung menghubungi Sertu Bazir Dan Pos 3 Desa Tepeleo di Pos Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara.

Tidak menunggu lama, sekitar pukul 21.00 WIT, 5 anggota TNI dan Babinsa Patani 1512/02, 5 anggota polsek dibantu warga langsung masuk hutan melakukan pencarian.

Senin (22/3) siang tadi, warga yang ikut melakukan pencarian menemukan Martawan Abdullah. Martawan lalu memberitahukan ke warga bahwa Risno sudah meninggal dunia Ahad (21/3) sekitar pukul 22.00 malam akibat terkena anak panah di bahu kanan.

Warga pun bersama Martawan menuju tempat kejadian menjemput korban. Selanjutnya, Martawan bersama warga lainnya mengevakuasi korban meninggal ke Tepeleo.

Sementara warga lainnya masih terus melakukan pencairan. Saat ini masih 4 orang yang belum ditemukan. Yakni Yusuf Kader (40) warga Desa Batu Dua, Anto Latani (45) warga Desa Batua Dua, Masani (55) warga Desa Masure, Kopda Zain (35) yang merupakan anggota TNI.

Sedangkan dua sudah diselamatkan yakni Jahid Hamid (40) warga Desa Batua Dua, Martawan Abdullah (45) warga Desa Batu Dua.

Terpisah Komandan Kompi (Danki) SSK 3/Weda Satgas Pamrahwan Yonarmed 8/105 Tarik Uddhata Yudha Kapten Arm Edy Tri Santoso Pkt membenarkan ada laporan masyarakat.

"Personil sudah turun melakukan pencarian. Yakni Lima orang Anggota Pos Satgas Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo yang dipimpin oleh Danpos Serda Dwi Cahyo, empat orang anggota Koramil 1512-02/Patani, lima orang anggota Polsek Patani dan warga," pungkasnya. (mpf)



-

Peliput : Tim

Editor   : Fahrudin Udi