Babak Baru Kasus Bom Ikan di Taliabu

Konferensi pers kasus bom ikan di Polres Kepsul, Jumat (26/3/2021). (Foto: Hamdi/malutpost.id)

Sanana, malutpost.id -- Penyidik Polres Kabupaten Kepulauan Sula dalam waktu segera menyerahkan berkas berita acara penyeledikan 4 tersangka kasus bom ikan di laut Taliabu, Maluku Utara ke Kejari Pulau Taliabu.

Kasat Polairud Polres Kepulauan Sula, IPDA M Sofyan menuturkan, keempat tersangka tersebut masing-masing, Daming Lakamang, Winto Husen, Salim, dan Darwin.

Tiga tersangka merupakan warga Banggai, Provinsi Sulawesi Tenggara, seorang lainnya merupakan warga Taliabu.

Ketiganya tertangkap tangan mengebom ikan di pelabuhan Tamping, belakang Pulau Kukusan, Desa Temping, KecamatanTaliabu Barat pada, Kamis 25 Februari 2021 lalu.

"Kemungkinan dalam minggu ini kita akan melaksanakan penyerahan berkas perkara tahap satu ke Kejaksaan Negeri Bobong, Taliabu,"kata Sofyan melalui konferensi pers di Polres Kepsul, Jumat (26/3/2021).

Sofyan menuturkan, penyidik telah melakukan uji laboratoriun forensik di Makassar terhadap barang bukti yang disita saat penangkapan.

"Kami temukan dari beberapa barang bukti setelah dicampur dapat digunakan sebagai bahan peledak. Hasil laporan dikatakan seperi itu," ungkapnya.

Menurut Sofyan, para pelaku bom ikan telah diintai selama beberapa hari oleh petugas setelah menerima informasi dari masyarakat.

"Setelah kita pantau beberapa hari dan kita temukan di pelabuhan Tamping langsung kita penangkapan,"kata Sofyan.

Petugas juga menemukan barang bukti berupa fings asli dan rakitan, batu baterai, benang, belerang, korek api, detonator, pupuk matahari seberat 9 kilogram, dan ikan yang seberat 150 kilogram.

"Pelaku akan dijerat dengan pasal 84 ayat (1) UU Nomor 45 Tahun 2015 tentang Perikanan, subsider pasal 85, junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,"pungkasnya. (mg-01)


-

Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram