Sultan Tidore: Pertemuan Spanyol dan Al Mansyur Bawa Nilai Kemanusiaan

Pertemuan Sultan Tidore Husain Syah, Wali Kota Tikep, bersama Duta Besar Spanyol. (istimewa)

Tidore, malutpost.id -- Masyarakat Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara antusias menyambut kedatangan kapal latih Spanyol Juan Sebastian de Elcano, Sabtu (27/3).

Kapal sepanjang 113 dengan 270 orang itu diarahkan dari perairan Rum menuju Mareku dan disambut dengan proses ‘Kumo Dumai’.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan, Tidore adalah pulau rempah dunia, penghasil pala, merica dan cengkeh yang menggoda eropa dan dunia 15 abad silam.

Mengubah pertikaian politik dan ekonomi Portugis dan Spanyol.

Menyimpan cerita penaklukan, perang dan ketegangan.

Tidore Castiglia merupakan tanda pertalian dengan raja Spanyol. 500 tahun lalu, sejarah dan peta bumi saling membentuk dan saling mengecoh.

"Tidore lah negeri maritim yang menegaskan bumi itu bulat," kata Capt Ali Ibrahim. 

Tidore, kata Wali Kota, membuka cerita sejarah Magelhaens dan de Elcano yang berlayar dari eropa ke barat menuju Asia dan pertama melayari samudra pasifik.

“Magelhaens wafat di Philipina, lalu dilanjutkan oleh de Elcano bersama anggota armadanya dan berhasil singgah di Tidore pada 8 November 1521 dan diterima oleh Sultan Al Mansyur,” lanjutnya.

Enam bulan lagi, Tidore tuan rumah Sail Tidore pada 20-26 September 2021. Enam bulan lagi, Sail Tidore akan berlangsung, dukungan pembiayaan negara harus nyata dan terukur karena Tidore butuh kepastian.

Sebagaimana kepastian Sultan Tidore menyerahkan Papua ke NKRI. Papua saat ini dimanjakan dengan otonomi khusus, namun Tidore tidak.

Menurut wali kota, hak khusus ini, baik dalam pemberian kawasan ekonomi khusus, kawasan kebudayaan khusus maupun daerah otonomi khusus sebagaimana Papua dan Papua Barat.

“Enam bulan lagi Sail Tidore digelar, namun anggaran, sarana prasarana Sail Tidore masih jauh dari yang diharapkan. Saya tegaskan pemerintah pusat jangan abaikan Tidore,” tegas wali kota.

Sementara, Sultan Tidore, Husain Alting Sjah meminta kepada wali kota dan Duta Besar Spanyol agar merintis kembali sejarah yang sebenarnya tentang kedatangan Juan Sebastian de Elcano ketika berhadapan dengan Sultan Tidore, Al Mansyur.

Pertemuan keduanya dilakukan di antara Mareku dan Rum.

“Prasasti yang diletakan di Tugulufa hanya sebagai tempat latihan saja. Insya Allah, pada perayaan puncak, kita kembali mengikuti alur sejarah yang sebenarnya,” tutur Sultan.

Sultan bilang, dirinya membayangkan apa yang pernah dirintis oleh Sultan Al Mansyur dan Juan Sebastian de Elcano pada 500 tahun lalu terulang kembali hari ini.

Kedatangan Spanyol saat itu karena ada Tidore dan belum ada Indonesia. Peristiwa universal antara Spanyol dan Kesultanan Tidore itu membawa nilai-nilai kemanusiaan yang sangat luar biasa dan mengajarkan cara menghormati peradaban antarsesama umat manusia, terutama umat yang ada di Spanyol dan di Tidore.

Kedatangan bangsa Spanyol, lanjut Husain, tidak semata-mata membawa misi perdagangan. Bahkan, Sultan Al Mansyur saat itu tidak semata-mata menerima Spanyol sebagai orang luar, namun datang membawa nilai peradaban yang sesuai dengan kultur yang ada di Tidore.

“Maka Sultan Al Mansyur dengan segala kemuliaannya menghamparkan ‘karpet merah’ untuk menerima Spanyol. Itu yang diajarkan leluhur dan kami pelihara sampai saat ini,” kata Husain Alting Sjah.

Husain mengaku, dirinya membayangkan jika saat itu Spanyol datang seperti negara lain yang tidak membawa nuansa persahabatan maka hari ini, meski kita duduk bersama namun suasana berbeda dan jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

“Tapi karena Spanyol datang membawa nilai kemanusiaan dan kita adalah orang yang tahu menghormati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Spanyol adalah bagian dari Tidore dan Tidore bagian dari Spanyol,” ujar Sultan disambut dengan tepuk tangan masyarakat.

Untuk itu, Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengajak kepada Tidore dan Spanyol untuk menjaga kebersamaan, saling membahu membangun keadaban secara universal.

“Saya meminta kepada duta besar Spanyol untuk memberikan suport penuh untuk Sail Tidore. Spanyol, anda adalah saudara kami dan kami adalah  saudara anda,” lanjutnya.(aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram