Demi Televisi, Pasangan Mahasiswa di Halmahera Barat Gasak Emas Seharga Puluhan Juta

Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Barat menggelar pres release kasus pencurian dan pencabulan anak di bawah umur,, Selasa (30/3/2021). (istimewa)

Jailolo, malutpost.id -- Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Barat menggelar press release kasus pencurian dan pencabulan anak di bawah umur di Mapolres, Selasa (30/3).

Pres release yang dipimpin Wakapolres Kompol Moch Arinta Fauzi,S.IK didampingi Kasat Reskrim IPTU Elvin Septian Akbar,S.TK,S.IK, Kasubag Humas Polres dan Kanit Buser IPDA Gian C Jumario Laapen ini mengungkap kronologis dan pelaku dua kasus tersebut.

Untuk kasus pencurian tersangkanya adalah IN alias Lani perempuan (21) yang berstatus mahasiwi dan IRB alias Iki (20) yang juga mahasiswa.

Korbannya adalah Jusmiati alamat Desa Soakonora Kecamatan Jailolo.

Aksi kedua pelaku ini dilakukan, Rabu (17/3) sekira pukul 14.30 WIT di kios atau tempat jualan korban Desa Soakonora.

Modusnya menggunakan kendaraan roda empat. Saat di TKP, tersangka IRB bertugas memantau situasi.

"Setelah dinyatakan aman, ia memerintahkan tersangka Lani masuk ke dalam kios dan mengeksekusi,"ungkap Wakapolres Kompol Moch Arinta Fauzi.

Menurut Kapolres, petugas menyita 1 tas dan dompet yang berisi emas kurang lebih 32 gram dan uang tunai Rp 21 juta lebih sebagai barang bukti.

Setelah dilaporkan korban, lanjut Arinta, Tim Opsnal Polres Halbar melakukan pengintaian dan menemukan pelaku IN yang diperiksa 20 Maret 2021 lalu.

Atas pengakuan IN alias Lani ini, maka Tim Opsnal melakukan pengejaran terhadap tersangka Iki karena informasinya yang bersangkutan melarikan diri ke Sangihe Sulawesi Utara.

Setelah dikejar, ternyata tersangka sudah melarikan diri ke Manokwari Papua Barat, dan akhirnya kembali ke Ternate dan ditangkap Tim Opsnal 27 Maret 2021.

Pengakuan tersangka, hasil curiannya sudah dijual di Ternate. Yakni emas dengan harga Rp 12.295.000.

"Uang ini digunakan membeli 1 unit televisi 32 inci dan 1 unit speaker aktif,"ucapnya.

Sementara barang bukti yang disita, 1 buah tas berwarna abu abu, 1 buah dompet warna hitam, 1 unit televisi merek sharp 32 inci, 1 unit speaker aktif merek asatron, uang Rp 10.800.000, 1 buah gelang mas dengan berat 21,9 gram dan 1 buah emas batangan 9,2 gram.

Kedua tersangka ini kita kenakan pasal 363 ayat 1, huruf e KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,tandasnya, sembari mengatakan aksi ini dilakukan karena terlilit utang. Sementara dari hasil pengembangan, yang bersangkutan pernah mencuri di wilayah Ternate. (met)


-

Peliput : Tim

Editor   : M Nur Husen