Gugat ke MK, Permohonan SALAMAT Malah Diproses Polres Tikep

Muhammad Sinen saat menjalani pemeriksaan di Polres Tikep, Kamis (1/4/2021). (Foto: Hasbi/malutpost.id)

Tidore, malutpost.id -- Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Perumpamaan itu tengah dialami Salahuddin Adrias dan M Djabir Taha (SALAMAT). Selain permohonannya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK), pasangan calon saat Pilkada Tidore Kepulauan 2020 lalu itu juga diproses hukum oleh rivalnya, Capt Ali Ibrahim-Muhammad Sinden (AMAN).

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan itu melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Salahudin-Djabir saat mengajukan permohonan sengketa ke MK. 

"Hari ini saya datang untuk memberikan keterangan. Tujuannya agar proses kasus ini dipercepat,” kata Muhammad Sinen, Kamis (1/4/3/2021).

Dalam gugatannya SALAMAT menyebutkan paslon AMAN terindikasi menggunakan dana insentif daerah (DID) dan anggaran dana desa (ADD) serta menuduh mengerahkan seluruh kepala desa hingga ASN untuk memenangkan AMAN di Pilkada lalu. 

"Karena tuduhan SALAMAT itu sudah dikonsumsi publik dan dianggap AMAN menggunakan dana itu untuk kepentingan politik," lanjut M Sinen.

Dia juga meminta agar polisi bisa mempercepat proses hukum kasus tersebut agar publik bisa mengetahui kebenaran masalah tersebut. 

“Karena akhir-akhir ini, ada editan foto yang diposting di media sosial yang mencantumkan foto saya dan Pak Wali dan Kaban Keuangan,” tutur Wawali.

Kapolres Tidore, AKBP Yohanes Jalung Siram mengatakan, pihaknya akan mendalami laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. "Kami telaah dulu kasusnya termasuk unsur-unsurnya. Kalau memenuhi syarat maka akan diproses sampai ke tahap penyidikan dan tahap selanjutnya,” tandas Kapolres. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram Salim