Nonjobkan Dirut PDAM, Pj Wali Kota Ternate Diapresiasi

Syahroni Hirto. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Sikap tegas Penjabat Wali Kota Ternate Hasyim Daeng Barang  dengan menonjobkan Direktur Utama PDAM Ternate, Abdul Gani Hatari mendapat dukungan dari akademisi.

Dosen Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Sahroni A. Hirto mengapresiasi kebijakan Pj Wali Kota. Menurut Syahroni, keputusannya tentu berdasarkan hasil evaluasi internal PDAM. Di sisi lain, Abdul Gani juga berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi pajak PDAM yang sudah diketahui publik. "Selain itu kiranya sikap itu menunjukan itikad baik untuk melakukan evaluasi menyeluruh internal birokrasi Kota Ternate,”kata Syahroni.

Lebih lanjut, Syahroni menyakini, Hasyim memahami aturan dan kewenangan selaku Pj Wali Kota dalam mengelolah pemerintahan. Sandaran administratifnya, kata Syahroni, surat BKN Tahun 2015 yang menjelaskan tentang kewenangan penjabat kepala daerah bidang kepegawaian. "Poin 2 menyebutkan bahwa penjabat tidak memiliki kewenangan mengambil atau menetapkan keputusan yang memiliki akibat hukum (civil effect) terkecuali atas persetujuan tertulis dari Mendagri,” kata Sahroni.

Di katakannya, penataan birokasi yang dilakukan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara itu, memberikan kemudahan bagi wali kota terpilih melakukan evaluasi jabatan setelah dilantik.

Abdul Gani diberhentikan dari jabatan dan diganti oleh Assisten III, Thamrin Alwi sebagai pelaksanan sementara sampai menunggu pejabat defenitif melalui uji kelayakan dan kepatutan ke DPRD. "Sementara BPKP juga sudah mengaudit menejemennya. Dia juga kan sudah ditetapkan sebagai tersangka,”kata Hasyim kepada wartawan di kantor Wali Kota Ternate, Selasa (6/4/2021). (mg-07)


-

Peliput : Faisal Sidiq

Editor   : Ikram Salim