Buat Ramadan dan Lebaran 2021, BI Maluku Utara Siapkan Uang Rp517 Miliar

Konferensi pers Kantor Perwakil Bank Indonesia Maluku Utara, Senin (12/4/2021). (Foto: Ikh/malutpost.id) 

Ternate, malutpost.id -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara menyediakan uang Rp517,9 miliar selama Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah di Maluku Utara. Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku Utara Jeffri Dwi Putra mengatakan, kegiatan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah meningkat pada hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal.

Menurutnya, permintaan kebutuhan uang pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini meningkat 14 persen dibanding realisasi permintaan uang kartal pada Ramadan 2020 yang hanya sebesar Rp452,5 miliar. Dari proyeksi tersebut, Rp484 miliar berupa uang pecahan besar (UPB) (Rp100 ribu-Rp50 ribu) sedangkan uang pecahan kecil (UPK) (Rp20 ribu) sebesar Rp33,8 miliar. "Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir, karena KPw BI Provinsi Maluku Utara telah menyiapkan jumlah dan nominal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan uang pada Ramadan dan Lebaran 1442 H,”kata Jeffri saat konferensi pers di Royal Resto, Senin (12/4/2021).

Dia menjelaskan, dalam rangka memenuhi kebutuhan uang kepada masyarakat, Kantor Perwakilan BI Malut juga menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat melalui 64 jaringan kantor bank umum yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara.

Sementara, Kepala Seksi Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Bank BI Sulaiman Sandiah mengatakan, data realisasi rata-rata uang beredar (outflow) pada 2020 mengalami penurunan yakni senilai Rp2,7 triliun dibading dengan 2019 mencapai Rp30 triliun. Sedangkan uang masuk (inflow) juga menurun yakni senilai Rp1,8 triliun terdiri dari UPB Rp1,7 triliun sisanya UPK. "Ini karena pengaruh pandemik Covid-19 kemarin,"jelas Sulaiman.

Sedangkan realisasi outflow pada triwulan pertama antara Januari - Maret 2021 sudah mencapai Rp345 miliar atau meningkat 5 persen dari triwulan pertama tahun 2020, sedangkan pada 2019 lebih tinggi yakni Rp365 miliar. “Sedangkan inflow di triwulan pertama 2021 senilai Rp348 miliar ini meningkat 24 persen dibanding triwulan pertama tahun 2019,”paparnya. (ikh)


-

Peliput : Tim 

Editor   : Ikram Salim