Hilal di Ternate Terhalang Awan Tebal, Ini Keputusan Awal Ramadan 2021

Tim pemantau hilal dari Stasiun BMKG Kota Ternate di gedung Observasi BMKG, Kelurahan Afe-Taduma, Senin (12/4/2021). (Foto: Faisal/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id -- Tim Hisab Rukyatul Hilal Kota Ternate, Maluku Utara telah melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1442 Hijriah 2021 Masehi di gedung Observasi BMKG, Kelurahan Taduma, Kota Ternate, Senin (12/4/2021). Tim mulai mengamati hilal mulai pukul 18.31 WIT.  Namun, hilal tidak terlihat karena tertutup awan tebal. Bahkan, hujan deras sempat mengguyur Kota Ternate pada pagi dan sore hari jelang rukyat dilakukan.

Kasubag TU Kemenag Kota Ternate, Mahmud Zulkiram menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan antara Kementrian Agama Kota Ternate dan BMKG Kelas III Kota Ternate, hilal tidak dapat terlihat hingga matahari terbenam karena terhalang awan tebal.  "Dalam hitungan posisi hilal atau posisi bulan sudah berada 2 derajat 50 menit, artinya posisi hilal sudah bisa terlihat pada 2 derajat 50 menit,"jelas Mahmud kepada malutpost.id, Senin (12/4/2021).

Untuk itu, kata Mahmud, penentuan awal Ramadan 1442 Hijriah akan diputuskan melalui sidang isbat oleh Kementrian Agama RI. Dia bilang, rukyat hilal dilakukan pada 87 titik seluruh Indonesia. Jika, salah satunya melihat hilal, tentu awal Ramadan akan dimulai 13 April besok. Namun, jika tidak terlihat, maka awal Ramadan bisa jatuh pada Rabu, 14 April 2021. "Meskipun teman-teman Muhamadiyah telah melakukan hisab dan Ramadan jatuh pada 13 April 2021 tetapi untuk pemerintah tetap melihat bulan dan akan diumumkan dalam sidang isbat,"jelasnya.      

Sementara, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG, Andri Wijaya mengatakan, sesuai pantauan BMKG posisi hilal berada pada posisi 2,5 - 3,7 derajat sudah terlihat di seluruh Indonesia. Hanya saja, penentuan Ramadan tetap menunggu keputusan Kemenag melalui metode rukyat dan hisab. 

Andri bilang, hilal di Ternate tidak dapat terlihat karena terhalang awal tebal yang terjadi hingga matahari terbenam. "Karena memang dari segi cuaca awan tebal sekali, sehingga kita tidak melihat jelas,” kata Adri Wijaya usai memantau hilal. (mg-06/mg-07)


_

Peliput : Muhlis/Faisal

Editor   : Ikram