Pilkades Sula Bergejolak: DPRD Usul Tunda, Warga Ramai-ramai Blokir Kantor Desa

Aksi protes ratusan warga perwakilan dari semua desa di Kepsul soal hasil screening nama-nama calon kades, Kamis (15/4/2021). (istimewa)

Sanana, malutpost.id -- Ratusan masa dari 78 desa di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara menggelar unjuk rasa di kantor DPRD dan kantor Bupati Kepsul, Kamis (15/4/2021). 

Mereka menuntut, DPRD mendesak Pemkab Kepsul segera menunda Pilkades serentak dihelat pada April 2021 ini. Sebab, ada indikasi kecurangan yang dilakukan panitia pelaksana tingkat kabupaten saat penetapan nama-nama kades hasil screening. 

"Mulai dari tahapan pemberkasan sampai tahapan screening para bakal calon yang yang dinyatakan lulus hanyalah orang-orang dibawa komando Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes. Walaupun administrasinya tidak memenuhi syarat, daya berpikir lemah namun kedekatannya dengan Hendrata Thes maka diloloskan,"kata Rahmat Soamole, perwakilan dari Desa Naflow, Kecamatan Mangoli Tengah.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Kepsul, M. Natsir Sangadji menyampaikan, tuntutan masyarakat terkait hasil screening telah mereka terima dan telah merekomendasikan ke Pemkab Kepsul untuk menunda karena terindikasi bermasalah.

"Oleh karena itu kami dari komisi I dan pimpinan DPRD Kepsul telah melakukan rapat dan memutuskan pelaksanaan pilkades 78 desa di Kepsul ditunda, suratnya resmi juga sudah diserahkan ke bupati dan panitia screening,"kata Natsir. 

Selain berorasi masa juga memalang kantor sekretariat panitia Pilkades tingkat kabupaten. Aksi blokir gedung juga terjadi di sejumlah desa di Sula, seperti Desa Naflow, Waitamela, dan Wailau. (mg-01)


_

Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram Salim