Motoris Speedboat di Ternate Tolak Kebijakan Larangan Mudik

Speedboat tujuan Ternate-Tidore di pelabuhan Bastiong, Ternate, Senin (19/4/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Kebijakan pemerintah soal larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah ditentang oleh motoris speedboat di Ternate, Maluku Utara. 

M Fikri menuturkan, menilai kebijakan pemerintah melarang mudik untuk mengurangi dampak penyebaran virus Covid-19 tidak lagi relevan. "Seharusnya, pemerintah lebih fokus vaksinasi untuk pencegahan, bukan melarang masyarakat mudik,"kata Fikri, salah satu motoris speedboat Ternate - Tidore kepada malutpost.id, Senin (19/4/2021). 

Larangan mudik tersebut tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 dan SE Kementrian Perhubungan Nomor 24 Tahun 2021 yang mulai berlaku sejak 6-17 Mei 2021.

Fikri bilang, fenomena mudik di Maluku Utara berbeda dengan mudik di wilayah Jawa yang masif sehingga perlu dibatasi. Di sisi lain, kata Fikri, aktivitas pulang kampung ini juga memberi dampak ekonomi terutama bagi motoris.  

"Sebagai rakyat kecil kami menolak larangan mudik, karena dapat mempengaruhi mata pencaharian kami sebagai ABK speedboat,"katanya.

"Biasanya dekat lebaran itu pendapatan kita mencapai Rp800 ribu per hari kalau hari biasa itu hanya Rp150 ribu,"tandasnya. (mg-08)


-

Peliput : Taslim T. Laher

Editor   : Ikram Salim