Aksi di Kediaman Bupati, Warga Bawa Keranda Mayat

Ratusan warga menggelar aksi di depan kediaman Bupati Hendrata Thes dengan membawa keranda sebagai protes, Kamis (22/4/2021). (Foto: Hamdi/malutpost.id)

Sanana, malutpost.id -- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula meneruskan tahapan pemilihan kepala desa serentak picu gejolak. Kali ini, aksi protes berlanjut di kediaman pribadi Bupati Kepsul Hendrata Thes di Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kamis (22/4/2021). Ratusan warga yang merupakan utusan di 78 desa itu juga membawa keranda mayat bertuliskan "Berpulang ke rahmatullah hati nurani Hendrata Thes".

Kordinator aksi, Burhan Buamona dalam orasinya mengatakan, pelaksaanaan Pilkades serentak di Kepsul mengacu pada Peraturan Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati Nomor 04 Tahun 2021 yang menjelaskan, apabila peserta cakades di atas lima orang maka dilakukan screening dan di bawa lima orang maka langsung ditetapkan sebagai cakades.

"Itu aturan kan sudah sangat jelas, kok masa satu desa yang peserta cakadesnya lima orang itu kemudin dilakukan lagi tes tambahan yang di sebut screening. Itu kan aneh dan perlu dipertanyakan,"kata Burhan, Kamis (22/4/2021). Ia berharap kepada Bupati Hendrata dan panitia pelaksanaan screening, untuk meninjau kembali keputusan hasil screening.

"Kami harap satu desa yang peserta cakadesnya lima orang maka tidak perlu dilakukan screening menurut aturan yang berlaku,"harapnya. Warga mengancam bakal menduduki kediaman pribadi Bupati Hendrata hingga ada keputusan resmi soal tuntutan mereka. "Kami akan menduduki kediaman Hendrata Thes sampai ada keputusan resmi dari bupati dan tim screening,"tandasnya. (mg-01)


_

Peliput : Hamdi Embisa

Editor   : Ikram