Peran Alex Gamalama dalam Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai

Masksur Husein saat mengenakan rompi tahanan KPK, Kamis (22/4/2021). (istimewa)

JAKARTA, malutpost.id -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan pengacara asal Maluku Utara Maskur Husein. Pengacara dengan nama beken Alex Gamalama itu ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait pengurusan perkara di KPK. Selain Maskur, KPK juga menahan penyidiknya dari unsur Polri Stepanus Robin Pattuju.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers menjelaskan, kasus tersebut merupakan temuan langsung KPK yang disertai dengan bukti. Selanjutnya, kata Firli, KPK memeriksa 8 orang mengenai dugaan pemberiaan suap termasuk Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial bersama supir pribadinya, pengacara Maskur dan penyidik KPK Stepanus.

"Disamping pemeriksaan saksi tersebut dan segenap pihak mengetahui, mendengar atau mengalami peristiwa dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara, kami juga menemukan berbagai bukti lain berupa dokumen, rekening, buku tabungan, ATM dan  bukti-bukti petunjuk lainnya,"tegas Firli yang dilansir dari channel youtube KPK RI, Kamis (22/4/2021).

KPK juga menetapkan Wali Kota M Syahrial sebagai tersangka. Namun, belum ditahan karena masih diperiksa di Polres Tanjungbalai. Diduga, ada pemberian hadiah atau janji dari M Syahrial kepada Stepanus dan Maskur agar penyidikan perkara di Pemkot Tanjungbalai yang dilakukan KPK dihentikan.

KPK sendiri belum mengmumukan tersangka dalam perkara di Pemkot Tanjungbalai tersebut, namun penyidikan masih berlanjut. Steppanus dan Maksur diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau i dan Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Sementara itu, M Syahrial dijerat pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. (ikh)


-

Peliput : Tim

Editor   : Ikram