Kapolres Halmahera Utara Larang Wartawan Liput Pleno di KPU

Kapolres dan Wakapolres Halut saat menjaga pintu Masuk Kantor KPU, usai meminta wartawan keluar dari halaman Kantor KPU, Kamis (29/4/2021). (Foto: Rido/malutpost.id).

Tobelo, malutpost.id -- Kapolres Halmahera Utara (Halut) AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso dan Wakapolres Kompol Alwan Aufad, tiba-tiba memerintahkan anggotanya mengusir wartawan keluar dari halaman kantor KPU Halut yang tengah meliput pleno terbuka penghitungan suara ulang (PSU) tanpa alasan yang jelas, Kamis (29/4/2021).

Peristiwa pengusiran ini terjadi pada saat awak media hendak meliput pleno TPS 1 Desa Supu yang di take over KPU Halut.

"Pak Kapolres minta teman-teman wartawan diluar pagar saja,"ucap salah seorang personil Polres Halut sambil mengarahkan puluhan awak Jurnalis yang sudah 2 jam standby di halaman KPU.

Tak mau berdebat, para awak media baik  cetak, online dan TV ini pun mengikuti arahan tersebut dan keluar dari halaman kantor KPU. Merasa terhalangi dan dibatasi kebebasannya dalam menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, membuat wartawan koran ini meminta rekan jurnalis meninggalkan kantor KPU dan tidak meliput pleno 76 suara tersebut. 

Namun, Kapolres merasa tersinggung dan tiba-tiba naik pitam. "Kalau mau masuk silahkan, kalian (wartawan) diminta keluar biar kegiatan cepat dimulai,"ucap Kapolres tanpa alasan yang jelas.  

Tak itu saja, Kapolres ini dihadapan awak media ini terkesan menakut-nakuti wartawan. "Saya ini dari Brimob juga, ini puasa, jangan buat orang tersinggung,"ucap Kapolres sambil memegang lambang Brimob di bahu kanannya.

Sementara, Wakapolres Kompol Alwan Aufad yang ikut duduk berdampingan dengan Kapolres, tepatnya di pintu masuk Kantor KPU itu juga meminta awak media menghargai pejabat negara. "Ini pejabat negara,"ucap Wakapolres dengan wajah emosi.

Tidak itu saja, Alwan juga sempat meminta agar para wartawan di lapangan memakai seragam. "Kalau bisa wartawan itu pakai seragam, putih-putih atau apa begitu,"ujarnya. 

Sejumlah awak media tampak mengambil gambar saat pleno di KPU, Kamis (29/4/2021).

Setelah wartawan berada di luar pagar tiba-tiba pagar kantor KPU ditutup, lalu Kapolres dan Wakapolres Halut duduk menjaga pintu. 

Akibat dari pengusiran ini, para awak media yang datang tak bisa meliput langsung kegiatan penghitungan suara yang berlangsung di dalam kantor tersebut.

"Pembatasan dan pelarangan ini telah diatur dalam Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Karena itu langkah wartawan dikeluarkan dari halaman kantor KPU adalah tindakan yang salah dan mengekang kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik,"ungkap sejumlah wartawan yang ikut kesal dengan kejadian ini.(rid)


_

Peliput : Ridwan Arif

Editor   : Ikram