Tertangkap Bawa Miras, Anggota DPRD Tikep Dihukum 2 Bulan Percobaan

AJM (duduk pakai peci) saat menjalani sidang Tipiring di Pengadilan Soasio, Jumat (30/4/2021). (istimewa)

Tidore, malutpost.id -- Oknum anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan berinisial AJM dijatuhi hukuman 2 bulan percobaan. Putusan itu dibacakan dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Soasio, Jumat (30/4/2021). Meski terbukti bersalah, namun politisi PDI Perjuangan itu tidak perlu menjalani masa tahanan.

Dari pertimbangan hukum, hakim tunggal sidang Tipiring yang dipimpin oleh Made Rialdi itu menilai, AJM tidak mengetahui ada minuman keras (miras) di dalam mobil yang bersangkutan, AJM baru mengetahui ada miras di dalam mobil saat sudah dalam perjalanan menuju Sofifi.

Bahkan, AJM juga tidak terlibat dalam pembelian minuman keras jenis cap tikus tersebut. Kesalahannya adalah AJM tidak membuang miras tersebut dan tetap melanjutkan perjalanan pulang.

Sementara, 4 terdakwa yang merupakan rekan AJM yakni IM alias Irfan, MA alias Mujahid, AH alias Ahmad dan TY alias Tamrin itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah membawa minuman beralkohol tanpa izin yang sah. “Memerintahkan para 4 terdakwa untuk ditahan,” ujar hakim tunggal saat membacakan putusan.

Hakim juga menetapkan, barang bukti minuman beralkohol sebanyak 35 kantong itu dirampas untuk dimusnahkan. Dalam persidangan, saksi Bripka Fandi menjelaskan, penangkapan terhadap AJM dan 4 terdakwa dilakukan pada, Rabu (28/4/2021) sekira pukul 10.30 WIT di area pelabuhan Ferry Dowora Tikep. Itu bermula dari informasi yang disampaikan oleh informan bahwa AJM membawa miras jenis cap tikus menggunakan mobil putih.

Setelah digeledah, ditemukan miras sebanyak 35 kantong plastik di dalam mobil. Saat turun dari kapal Ferry, mobil yang dikendarai AJM itu merupakan mobil yang keluar paling terakhir di areal pelabuhan Ferry.

Sedangkan, 4 rekannya turun dari mobil dan meninggalkan AJM seorang diri. Saat digeledah, rekannya mencoba kabur, namun berhasil diamankan dan dibawa ke markas Polres Tidore untuk diproses. “Saat kami tanya ke AJM, dia mengaku miras itu dititip oleh 4 rekannya. 4 orang itu sempat lari dan terjadi kejar-kejaran, tapi mereka berhasil ditangkap. Sedangakn AJM saat diamankan tidak melakukan perlawanan,” tutur Bripka Fandi.

Empat terdakwa di hadapan hakim mengaku, barang haram itu milik mereka bukan AJM. Irfan, salah satu saksi mengaku, saat itu, dirinya bersama 3 rekannya mendampingi AJM memantau pemilihan suara ulang (PSU) di Desa Tetewang, Halmahera Utara.

Usai meninjau PSU, mereka lalu membeli miras tanpa sepengetahuan AJM yang saat itu mampir untuk mandi di salah satu rumah di desa. Bahkan ia mengaku, miras itu dibeli dari uang patungan bersama 3 rekannya. “Waktu AJM turun mandi, kami langsung membeli miras dan memasukan ke dalam mobil,” tutur Irfan.

Irfan menuturkan, setelah memasukan miras ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju Sofifi. Dirinya langsung memberitahu kepada AJM bahwa ada miras di dalam mobil. Mendengar hal itu, mereka langsung dimarahi oleh AJM. “Dalam perjalanan baru saya beritahu ke AJM bahwa ada miras di dalam. AJM langsung marahi kami di dalam mobil,” terangnya.

Irfan menambahkan, miras itu dibeli dengan maksud dibawa ke Tidore untuk dikonsumsi oleh dirinya bersama 3 rekannya. “Ini baru pertama kali. Kami tidak beritahu AJM karena takut dimarahi. Nanti di perjalanan baru kami beritahu,” akunya.

Saat turun dari kapal Ferry, kata Irfan, dirinya bersama 3 rekannya langsung turun dari mobil dan berjajalan meninggalkan AJM dan mobilnya.“Kami tidak sama-sama karena kami takut dirazia,” tutut Irfan.

Sedangkan, AJM, di hadapan hakim mengaku, dirinya tidak mengetahui jika 4 terdakwa itu membeli miras. Bahkan, miras yang disimpan di dalam mobilnya itu juga tanpa sepengetahuan dirinya. Ia baru mengetahui ada miras di dalam mobil saat sudah dalam perjalanan menuju Sofifi.

“Mereka simpan miras di dalam mobil itu saat saya sedang mandi. Jadi saya tidak tahu. Setelah saya tahu saya marah. Saya tidak bisa buang itu karena saya perasaan. Karena mereka ini yang selalu dukung saya sejak anggota dewan periode pertama,” tandasnya. (aby)


_

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram