Postingan Status Ternate Penuhi Unsur Pidana

Sekretaris KAI Malut, Roslan. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Postingan akun facebook Status Ternate dengan narasi vulgar dan kontroversial menuai banyak sorotan publik. Tidak sedikit netizen yang bereaksi meminta aparat penegak hukum mengadili pengelolah akun tersebut.

Terakhir, akun tersebut membuat netizen kembali geram dengan narasi vulgar terkait dugaan aksi mesum yang dilakukan oknum pasangan remaja di Kota Ternate yang diunggahnya.

Sekretaris DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Maluku Utara, Roslan mengatakan, postingan akun Status Ternate di media sosial (medsos) yang mencatut inisial dan asal sekolah dua oknum remaja itu sangat keliru dan bertentangan dengan hukum. Sebab, menurut Roslan, etika dalam menggunakan medsos ada batasan yang perlu dijaga sehingga tidak disalahgunakan.

"Salah satu yang tidak boleh diposting yakni dengan menyebut secara eksplisit nama sekolah atau inisial seseorang dalam masalah seperti itu. Apalagi kalau oknumnya masih dibawah umur,"ungkapnya.

Makanya, kata Roslan, admin Status Ternate harus dimintai pertanggungjawaban, baik secara pidana maupun perdata karena diduga sudah melakukan pencemaran nama baik agar menjadi pelajaran dan memberikan efek jera. "Perbuatan admin status Ternate menurut kami harus dimintai pertanggungjawaban agar menjadi pelajaran dan efek jera, sebaiknya dimintai pertanggungjawaban secara pidana,"papar salah satu pengacara muda Maluku Utara itu.

Roslan menjelaskan, mencatut nama sekolah dalam kasus tersebut masuk unsur pidana Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE serta termasuk delik aduan. Karena itu, ia menyarankan agar pihak yang merasa dirugikan supaya melapor ke kepolisian untuk diproses secara hukum.

"Kasus ini masuk kategori delik aduan, jadi saran kami, pihak yang merasa dirugikan harus membuat laporan agar diproses,"sarannya.

Pihaknya juga menyanyangkan tindakan yang dilakukan admin Status Ternate. Baginya, unggahan Status Ternate sudah melanggar asas praduga tidak bersalah. Apalagi sampai menyebut inisial bahkan asal sekolah.

"Kami sangat menyayangkan postingan itu. Jelas melanggar asas praduga tidak bersalah, yang mana belum tentu terduga itu sesuai dengan inisial, sebagimana disebut dalam postingan. Apalagi dengan terang menyebut nama sekolah,"pungkasnya. (mg-03/aji)


_

Peliput : Andi Naser

Editor   : Fitrah A. Kadir