Kasus Oknum Jaksa Narkoba Tak Jelas, Begini Tanggapan Kompolnas

Poengky Indarti. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Sikap diam  Polda Malut usai penangkapan oknum jaksa yang diduga terlibat narkoba disoroti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas RI). 

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, kepada malutpost.id menyatakan, belum menerima informasi soal adanya penangkapan oknum jaksa oleh Polda Malut. Namun, kata dia, jika ada dugaan proses lidik dan sidiknya tidak dilakukan secara profesional, dirinya mendorong pihak yang berkepentingan dapat melaporkan ke Kompolnas maupun ke Polda da Kejaksaan.

"Laporan ditujukan ke Pengawas Internal Polda Maluku Utara (Irwasda) dan Pengawas Internal Kejaksaan di Maluku Utara,"kata Poengky, Sabtu (22/5/2021).

"Laporan juga bisa disampaikan kepada pengawas eksternal Polri yaitu Kompolnas, dan pengawas eksternal Kejaksaan yaitu Komisi Kejaksaan,"sambungnya.

Pada prinsipnya, kata Poengky, semua orang sama kedudukannya di dalam hukum, dan tidak boleh ada diskriminasi, serta tindakan sewenang-wenang. Apalagi, melibatkan oknum penegak hukum. 

Poengky juga menambahkan, kalau dugaannya terkait narkoba, perlu dilihat, apakah merupakan penyalahgunaan narkoba atau tergabung sindikat narkoba. Sebab, penerapan pasal untuk penegakan hukumnya berbeda. 

"Karena narkoba adalah musuh bersama, maka lidik sidiknya harus benar-benar profesional, transparan dan akuntabel,"tegasnya.

Sekedar diketahui, oknum jaksa inisial S tersebut berdasarkan informasi ditangkap di rumahnya di Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah oleh anggota Polda Malut pada 3 Februari 2021 malam. Karena, merupakan target operasi (TO) sejak lama. 

Polisi juga berhasil menemukan barang bukti berupa ganja milik jaksa yang sering menangani perkara narkoba itu.

Namun, proses penangkapan sudah dilakukan 3 bulan lamanya, Polda maupun Kejati Malut belum juga merespon malutpost.id. Meski, telah dikonfirmasi berulang-ulang kali.(rey)


_

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram Salim