Oknum Jaksa Kejari Weda bakal Dilaporkan ke Jamwas

Tim pengacara SB alias Budi, Erick S. Paat saat melakukan konferensi pers, Selasa (25/5/2021). (istimewa)

Ternante, malutpost.id -- Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Weda, Kabupaten Halmahera Tengah inisial EYH terancam dilaporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI oleh tim pengacara Direktur Perusahan Vortuna, SB alias Budi.

Laporan ini berkaitan dengan penetapan tersangka terhadap Budi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan asrama pasantren di Desa Wedana Kecamatan Weda pada 27 Januari 2021 lalu. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan PT. Gunung Mas Group.

Ketua Tim Hukum SB ali Budi, Erick S. Paat  menjelaskan, ada dugaan tekanan dan janji dari Kasi Pidsus Kejari Weda dalam penyelidikan perkara. Dengan begitu, kata Erick, berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap kliennya sudah pasti melanggar hukum.

"Atau tidak sesuai dengan Pasal 117 KUHAP, Kasi Pidsus memberikan penakanan dan janji kepada klien kami. Bahwa hanya menjadi saksi dalam kasus tersebut. Ternyata malah sebaliknya, klien kami di BAP pada 13 Januari 2021 lalu ditetapkan sebagai tersangka,"ungkap Erick didampingi pengacara Ricky D. Moningka, Muhammad Thabrani, Iskandar Yoisangadji dan Sartono dalam konferensi pers, Selasa (25/5/2021). 

Dia bilang, pihaknya memiliki bukti rekaman percakapan antara oknum jaksa tersebut dengan kliennya maupun bukti pendukung lain. Untuk itu, rencananya, Senin pekan tim hukum SB alias Budi, melaporankan Kasi Pidsus Weda ke Jaksa Jamwas dan Komisi Kejaksaan.

"Karena menurut kami, laporan tersebut akan lebih efektif, "ujarnya.

Lebih lanjut Erick bilang, proyek asrama pasanter dianggarkan pada 2016 dengan paket kerja konstruksi, yakni urukan tanah dan pondasi. Kliennya telah menyelesaikan pekerjaan sesuai adendum atau surat perjanjian kontrak. 

"Jadi kami berpendapat, itu tidak ada kerugian negara. Karena, sesuai hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Halteng, proyek tersebut tidak bermasalah dan sudah selesai 100 persen pada 2016. Dan bahkan sudah lewat pemeliharaan. Namun baru diperiksa pada 2020, otomatis telah mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh cuaca, baik hujan dan lain sebagainya,"tandas Erick. (mg-05)


_

Peliput : Irham Hi. A. Rahman

Editor   : Ikram Salim