Kasus Asrama Pesantren, 2 Tersangka Ditahan, 1 Mangkir

Salah satu tersangka kasus proyek gedung asrama pasantren di Halmahera Tengah ditahan oleh Kejari Weda, Selasa (25/5/2021). (Foto: Udi/malutpost.id)

Weda, malutpost.id -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Weda, Kabupaten Halmahera Tengah menahan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan asrama pesantren di Halteng tahun 2016.

Mereka masing-masing berinisial SB alias Budi dan AH alias Hendra. Sedangkan satu tersangka lagi yang merupakan mantan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Halteng berinisial TW alias Tamrin, mangkir dari panggilan jaksa.

"Tersangka Budi ditahan Senin 24 Mei  kemarin. Sedangkan tersangka Alfa ditahan Selasa," ujar Kasi Pidsus Eka Hayer kepada malutpost.id, Selasa (25/5/2021). 

Berawal dari tersangka Budi sebagai pelaksana proyek, kata Kasi Pidsus, tersangka Budi meminjam perusahaan dari tersangka Hendra yakni CV Alfha Carien. Dalam proses pencairan uang seharusnya masuk dalam rekening CV Alfha Carien. Tetapi kenyataannya tidak masuk ke rekening PT. CV Alfha Carien melainkan ke perusahaan PT. Gunung Mas Group.

"Karena itu kami menetapkan Budi sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dia sudah ditahan," ujarnya. 

"Tersangka Alfa ditahan sebagai pemilik perusahaan CV Alfha Carein," sambung Eka. 

Sedangkan Tamrin, sambung Eka,  dalam kasus ini, proyek tersebut belum selesai 100 persen tetapi sudah menandatangani pencairan 100 persen. "Dia tidak perintahakan pegawainya untuk mengecek kondisi bangunannya dulu. Tetapi sudah langsung tandatangan pencairan 100 persen," tandasnya. (mpf)


_

Peliput : Fahrudin Udi

Editor   : Ikram