Lumbung Ikan Nasional di Maluku Utara, Proyek Mercusuar yang Mulai 'Redup'

Kapal ikan di dermaga Daga Pulau Widi, Halmahera Selatan. (Foto: Kiearaha.com)

Ternate, malutpost.id -- Persiapan program lumbung ikan nasional (LIN) di Provinsi Maluku Utara yang dicanangkan tahun jalan ditempat.  Sejumlah pihak meragukan proyek mercusuar tersebut dibawah kendali Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdullah Assagaf. 

Menjawab keraguan itu, Abdullah Assagaf menegaskan, proyek yang mengusung konsep perikanan berkelanjutan itu tetap berjalan. Dia bilang, sejumlah tahapan sudah dilakukan. Hanya saja, penganggaran program terhalang kebijakan refocusing APBD di Pemprov Malut.

"LIN ini kan dalam tahapan berproses. Kenapa KPK kawal, karena akan tersalurkan anggarannya. Tapi, ada tahapan-tahapannya sekarang jugakan refocusing, sehingga terhambat,"katanya.

Abdullah berujar, dirinya juga telah diundang oleh pemerintah pusat untuk membahas masalah pelabuhan perikanan di 10 kabupaten/kota. Menurutnya, pelabuhan yang ada tersebut apakah dikembangkan atau dibangun baru. Sejauh ini, pengembangan kawasan sentra LIN tersusun berdasarkan pembagian kluster, dan seiap kluster akan dibangun sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT).

"Fokusnya pada perikanan tangkap, perikanan budidaya dan penguatan daya saing. Cuma karena ada yang tidak kita akomodir, sehingga kita dibilang tidak bisa kerja. Padahal itu adalah tahapan-tahapan LIN,”pungkasnya.(rey)


_

Peliput : Ramlan Harun

Editor   : Ikram Salim