Cerita Istri Penumpang KM Karya Indah Belum Ditemukan, Indrawati: Suami Saya Tidak bisa

Dedi Hidayat, penumpang KM Karya Indah yang belum ditemukan saat bersama puterinya. (istimewa)

Sanana, malutpost.id -- Indrawati tak kuasa menahan tangis. Ia tiba-tiba histeris sembari memeluk ketiga putrinya saat tahu sang suami, Dedi Hidayat (43) tidak ikut serta bersama 275 penumpang KM Karya Indah yang dievakuasi ke Pelabuhan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Sabtu (29/5/2021). 

Sore itu, Indrawati bersama ketiga puterinya menunggu sang suami di ruang tunggu Pelabuhan Sanana. Mereka lebih dulu dievakuasi ke pelabuhan bersama ratusan penumpang lainnya setelah kapal yang bertolak dari Ternate itu terbakar di Perairan Pulau Mangoli pukul 07.03 WIT. Sang suami diduga terpisah saat mereka sudah berada di dalam laut.

"Suami saya tidak tahu berenang. Saya yang pakaikan life jacket ke suami dan anak-anak saya,"kata Indrawati. 

Setelah memakai baju pelampung, dia bersama ketiga puterinya lebih dulu meloncat dari kapal. "Suami saya mau lempar dua anak kami duluan tapi saya tidak mau. Karena saya tau kekuatan saya. Saya juga sudah tertelan air laut,"kisahnya.

Tak lama sang suami juga ikut melompat dari atas kapal. Menurutnya, itu terakhir kali dia melihat suaminya. Bahkan dia juga terpisah dengan anak-anaknya.   "Saya sudah tidak melihat dia (suami) lagi. Saya bertemu dengan anak kedua anak ini sudah di sini (ruang tunggu pelabuhan),"tuturnya.

Sementara, Dedi Hidayat diketahui merupakan guru honorer di SMK Negeri 1 Sanana.  Keluarga ini tinggal di perumahan Kodim 1510 Sanana di Desa Fagudu Kecamatan Sanana. 

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepsul, Hendra Umabaihi menjelaskan, berdasarkan data manifes jumlah penumpang sebanyak 181. Setelah didata di lokasi evakuasi sementara di desa Waisum dan Waisakai sebanyak 275 orang penumpang."Ini termasuk penumpang di luar dari data manifes,"ucapnya.

Hendra membenarkan masih ada satu penumpang atas nama Dedi Hidayat hingga sore tadi belum ditemukan."Satu yang belum ditemukan. Kalau Satu lagi atas nama Safina Mayau sebelumnya juga belum ditemukan, tapi yang bersangkutan sudah ada,"jelasnya.

Sementara ada dua penumpang yang dilarikan ke RSUd Sanana untuk mendapatkan perawatan medis. "Sementara ini ada dua orang," kata Direktur RSUD Sanana, Makmur Tamani. 

Data dari Basarnas dan BPBD Kepsul menyebutkan, jumlah penumpang terdata sebanyak 275 orang. Jumlah penumpang anak-anak 35 orang 19 perempuan dan 16 laki-laki. (gun)


_

Peliput : Gunawan Tidore

Editor   : Ikram Salim