Polisi Segera Rilis Kasus Pembunuhan di Hutan Halmahera

Prarekontruksi di hutan Halmahera oleh Polda Maluku Utara beberapa waktu lalu. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Kasus pembunuhan yang menewaskan 3 warga Kabupaten Halmahera Tengah di hutan Desa Paniti, Halteng, Provinsi Maluku Utara pada Maret 2021 lalu masih menyisakan misteri. Dua bulan pasca kejadian, polisi masih terus berupaya mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut.

"Ada rilisnya, sementara dibuat oleh Kasatreskrim nanti akan kita publikasikan,"kata Kapolres Halmahera Tengah AKBP Nico Adreano Setiawan saat dihubungi malutpost.id, via pesan aplikasi whatsapp, Rabu (2/6/2021). 

Sekedar diketahui, peristiwa berdarah itu terjadi di kali Gwonli, Patani Timur perbatasan antara Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur. Tiga orang tewas dalam penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK), yakni Risno (40 tahun), Yusuf Kader (45), dan H. Masani (55 tahun). Sedangkan 4 orang lainnya berhasil selamat yakni Martawan Abdullah (45), Jahid Hamid (40) Anto Latani (45), dan Kopda zen Tehuayo (35) yang merupakan salah satu anggota Koramil 1512/02.

Informasi yang dihimpun malutpost.id, awal kejadiannya saat mereka keluar dari rumah di Desa Tepeleo pada Sabtu 20 Maret 2021 sekira pukul 07.00 WIT, menuju pertigaan jalan Kilometer 5 tepat di belakang Desa Masure, menggunakan sepeda motor. Mereka lalu memarkir sepeda motor di lokasi tersebut, dan melanjutkan perjalanan menuju arah utara Sungai Gwonley tepat di belakang Desa Damuli.

Sekira satu jam kemudian, mereka bertujuh diserang dari arah depan dengan puluhan busur panah. Karena panik, mereka langsung melarikan diri.

Sekira pukul 18.00 WIT, Martawan (45) mengaku memberanikan diri kembali ke lokasi kejadian dan menemukan Risno dalam keadaan terluka di punggung kanan.

Saat menjaga Risno yang sudah tampak kritis, sekira pukul 20.00 WIT, muncul seorang pria yang memakai pakaian dari kulit kayu. Martawan mengaku, jarak antara dirinya dan pria tersebut sekira 20 – 30 meter. Sekira pukul 22.00 WIT Risno pun menghembuskan napas terakhir.

Martawan pun tiba di rumah keluarganya, Desa Peniti, Patani Timur, pada Senin 23 Maret 2021 dan menceritakan peristiwa tersebut ke keluarga dan masyarakat setempat.

Muhlis, warga Desa Nursifa yang ikut dalam proses pencarian, mengaku jasad Masani dan Yusuf Kader ditemukan di satu titik. Sedangkan jasad Risno ditemukan sekitar 12 kilometer dari lokasi Masani dan Yusuf.

Jenazah langsung dipikul secara bergantian oleh Kompi SSK 3/Weda Satgas Pamrahwan Yonarmed 8/105 Trk. Uddhata Yudha, Kapten Arm Edy Tri Santoso.

Pencarian korban tewas melibatkan anggota Koramil 1512/02 Patani, Pos Pam Rahwan SSK lll Yon Armed 8/UY 105 Tarik Kodam V/Brawijaya Pos 3 Desa Tepeleo, Patani Utara, serta anggota Polsek Patani. (mg-06)


_

Peliput : Muhlis Idrus

Editor   : Ikram Salim