Ayah Empat Anak Nekat Bunuh Diri


BUNUH DIRI: Jenazah almarhum Ashar saat tiba di RSD Kota Tikep.

TIDORE - Warga lingkungan Tongolo  Kelurahan Tuguiha dikejutkan dengan aksi bunuh diri yang terjadi Selasa (1/5) malam kemarin. Dia adalah ALU alias Ashar, warga Kelurahan Dokiri. Ashar nekat mengakhiri hidupnya dirumah keluarga yang berada lingkungan Tongolo Kelurahan Tuguiha, Kota Tikep. Kejadian terjadi sekitar pukul 23.00 WIT. 

Pria 39 tahun ini nekat mengakhiri hidup dengan cara menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau. Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum bunuh diri, Ashar sempat terlihat bersama  istrinya Ruslia (39) sedang belanja barang di Soasio. Usai berbelanja, Ashar enggan pulang ke rumah mereka di Kelurahan Dokiri. Alasan Ashar ke sang istri, rumah di Dokiri sudah ada yang jaga.

Mendengar itu, Ruslia langsung kembali ke Dokiri sementara korban menuju ke lingkungan Tongolo Kelurahan Tuguiha. Keduanya berpisah usai berbelanja. Namun tiba di Dokiri, sang istri yang dibalut rasa curiga dan perasaan tidak tenang, memilih untuk menyusul sang suami di Tuguiha. Itu karena Ruslia tahu kalau suaminya sedang mengalami stres berat. Setelah bersama-sama dengan dengan suami di Tuguiha, sang istri kemudian menghubungi saudara Ashar via telepon supaya bisa datang ke Tuguiha.

Tapi tiba-tiba, Ashar lalu mengambil sebilah pisau dan langsung menggorok lehernya sendiri. Aksi Ashar sempat dihalangi sang istri, sampai-sampai jari ditangan kirinya terluka. Setelah kejadian itu, korban langsung dibawa ke RSD oleh saksi AT yang tidak lain adalah keluarganya. Tapi karena luka yang dialami sangat serius, Ashar mengalami pendarahan hebat hingga akhirnya meninggal dunia. Menurut pengakuan dari pihak keluarga, selama tiga hari belakangan, korban memang mengalami depresi sehingga tidak pernah tidur hingga kejadian bunuh diri. Kapolres Tikep, AKBP Yohanes Jalung Siram ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.  

"Menurut istri dan keluarga, korban dalam 3 hari terakhir sedang stres atau mengalami gangguan pikiran sehingga tidak tidur sampai kejadian tersebut," ungkap Kapolres.  Namun dari informasi yang digali lebih jauh lagi, korban ternyata mengalami stres berat sekitar 1 minggu lalu. Meski begitu, belum diketahui pasti penyebab yang membuat korban stres berat. Korban diketahui meninggalkan istri dan 4 orang anak. Jenazah korban sudah dikebumikan di Kelurahan Dokiri pada Rabu (2/5) sekitar pukul 11.00 WIT.(aby/aji)