Ternate Andalan Bakal tak Maksimal


Wali Kota Ternate Tauhid Soleman dan wakil Wali Kota Jasri Usman

TERNATE – Setelah resmi dilantik pada 26 April lalu, Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman dan wakil Wali Kota Jasri Usman langsung merumuskan program unggulan untuk 100 hari kerja. Sedikitnya adalah 5 sektor yang akan menjadi prioritas mereka dalam 100 hari ini. Yakni, program andalan penangan Covid-19, program andalan penanganan sampah perkotaan, program andalan penanganan air bersih bagi warga kota, program andalan pemulihan ekonomi dan program andalan kota inklusif bagi penyandang disabilitas. Nah, lima program andalan ini yang akan diprioritaskan dalam 100 hari ke depan. Namun, DPRD menilai, pemerintah kota bakal tidak realisasikan secara maksimal.

Program unggulan 100 hari kerja Walikota Ternate, diyakini tidak akan terlaksana sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh kondisi keuangan daerah. Dengan kondisi daerah yang tengah dilanda defisit keuangan ini, DPRD Kota Ternate menilai tidak akan berjalan maksimal. Ketua komisi II Mubin A Wahid mengatakan, program seratus hari kerja tidak hanya di satu aspek, melainkan seluruh aspek. Seperti, masalah air bersih, persampahan, tata kelola keuangan dan lainnya yang masuk pada program seratus hari program kerja.

Jika dihitung sejak pelantikan hingga sekarang, maka sudah 43 hari Tauhid Soleman dan Jasri Usman memimpin Kota Ternate. Artinya, masih tersisa 57 hari ke depan. Nah, di waktu yang singkat ini bisakah 5 program andalan itu terealisasi dengan maksimal atau tidak. Sementara saat ini, masih banyak problem kota yang masih dikeluhkan. Sebut saja, persoalan sampah yang masih amburadul, masih ada warga yang mengeluh soal air bersih, ada UMKM yang masih butuh dipulihkan. “Keinginan dari pemerintah Kota sangat baik, namun harus didukung dengan kemampuan finansial daerah. Saya yakin tidak akan maksimal, tapi Pemkot sudah berjanji maka harus dilaksanakan," ujarnya.

Menurut Mubin, kondisi keuangan daerah yang anjlok saat ini, tentu membuat seratus hari kerja wali kota tidak akan berjalan dengan baik. Sebab untuk menjalankan kegiatan membutuhkan anggaran. Misalkan permasalahan air bersih. Menurutnya, tidak hanya diselesaikan di level birokrasi atau manajemen, tetapi bagaimana sumber air cukup untuk dinikmati seluruh masyarakat. Kemudian, masalah sampah yang amburadul di tempat-tempat umum, seperti di pasar Bastiong atau di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh armada pengangkut.

Menurutnya, Pemerintah juga harus memperhatikan masalah yang menjadi sumber pendapatan terbesar, yakni pasar. Belum lagi adanya refocusing anggaran, utang multi years yang harus diselesaikan, utang yang tidak dianggarkan sebesar Rp34 sampai 35 miliar.

“DPRD mendukung semangat seratus hari kerja Walikota, sebab untuk ke arah yang lebih baik. Namun dengan kondisi keuangan daerah saat ini, akan sulit berjalan dengan baik. Pemkot harus melakukan penataan dan mobilitas yang tinggi," tandasnya.

Jika DPRD Kota Ternate pesimis dengan realisasi program 100 hari, lain halnya dengan tim perumus RPJMD dan program andalan 100 hari. Tim perumus, Rosyidan Arbi menjelaskan, Program 100 hari kerja masih dalam proses. Pihaknya optimis lima program andalan tersebut akan terealisasi dalam program 100 hari kerja. Menurutnya, proses pelayanan air bersih dan penanganan sampah yang terbengkalai, memang membutuhkan waktu. Semua stakeholder terkait saat ini dilibatkan untuk mewujudkan program yang sudah dirumuskan tersebut. Menurutnya, memang persoalan semacam ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat. “Tapi kami yakin dalam 100 hari kerja bisa tuntas, dengan sistem kolaborasi dari OPD terkait dan partisipasi masyarakat. Semoga persoalan ini bisa terselesaikan. Mari kita ajak sanak saudara kita untuk tetap berpartisipasi dalam program 100 hari kerja. Pekerjaan akan terasa ringan, jika semua bahu-membahu untuk bekerja sama,” kata Rosyidan optimis. (tr-03/yun)