Polisi Akhiri Petualangan Pencuri Kotak Amal di Ternate, Joni: Uangnya untuk Masuk Panti Pijat

Pelaku (keempat dari belakang) saat dibawa dalam konferensi pers di Mapolsek Ternate Utara, Selasa (22/6/2021). (Foto: Muhlis/malutpost.id)

Ternate, malutpos.id -- Polsek Ternate Utara, Kota Ternate mengakhiri petualangan spesialis pencuri kotak amal masjid yang bereaksi di Ternate, Maluku Utara. Pelaku berinsial RY, warga Desa Sabale, Kabupaten Halmahera Selatan itu saat sedang asyik dipijat di salah satu panti pijat tradisisonal, Kelurahan Kampung Makassar Timur, Senin (21/6/2021) kemarin. 

RY terakhir kali bereaksi pada awal Juni lalu, pelaku menggondol kotak amal Masjid Tariqulfalah, Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara. Aksinya tertangkap kamera pengawas atau camera closed circuit televisiona (CCTV) masjid tersebut. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah 3 tahun menekuni kejahatan tersebut dan bereaksi 17 kali di sejumlah masjid berbeda.  

"Setelah ada laporan dari pengurus masjid, anggota kami langsung mengecek di CCTV Masjid Tariqulfalah. Kemudian pada Senin kemarin, sekira pukul 15.30 WIT bertempat di Pantai Pijat Scorpion Lelong, kami amankan RY alias Fai atas dugaan pencurian kotak amal masjid di Ternate,"jelas Kapolsek Ternate Utara IPTU Joni Aryanto di kantornya, Selasa (22/6/2021).   

Joni bilang, penangkapan oleh anggotanya itu setelah menerima laporan salah satu pengurus masjid atas nama Ibrahim Ohorola dengan nomor LP/16/P1/2021. Mereka melaporkan,  kotak amal masjid yang berada di RT 14 RW 05 Kelurahan Toboleu itu kemalingan. Joni mengungkapkan, aksi yang dimulai sejak 2019 silam, dengan modus menyasar masjid ketika dalam kondisi sepi. 


"Jadi pada saat masjid dalam keadaan sepi kemudian beliau terduga ini masuk lalu mengecek kondisi sekitar kemudian membobol dengan menggunakan sebuah kunci pas dengan cara dicongkel,"ungkapnya.

Setelah berhasil menggasak uang sedekah jamaah, pelaku lalu mengganti plat nomor kendaraan palsu untuk mengelabui petugas. Itu dibuktikan polisi dengan menemukan beberapa plat nomor polisi palsu di tempat tinggalanya Kelurahan Ubo-Ubo. "Jadi modusnya seperti itu,"ujar Joni.

Uang hasil malingnya itu kemudian digunakan untuk foya-foya misalnya ke tempat panti pijat. Sementara barang bukti yang diamankan berupa 4 kotak amal milik 3 masjid di Toboleu yakni Masjid Tariqulfalah, Ali Badar,  Al-Awal dan Masjid Al-wabin Kelurahan Sangaji. Polisi juga menyita uang tunai senilai Rp533.500, 1 kunci pas untuk membobol kotak amal dan 1 unit motor Beat hitam beserta 5 buah plat nomor kendaraan dengan nomor yang berbeda-beda.

"Tersangka disangkakan melanggar pasal pencurian dengan pemberatan Pasal 363 ayat 1 atau 5 E dan Pasal 362 KHUP, dengan ancaman kurungan pidana 7 tahun,"tandas Kapolsek. (mg-06)


_

Peliput : Muhlis Idrus

Editor   : Ikram Salim