Jadi Tersangka, Oknum Polisi Perkosa Anak di Polsek Jailolo Selatan Bakal Dipecat

Kombes Pol. Adib Rojikan. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara langsung melakukan penahanan terhadap Briptu II, anggota Polsek Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat yang diduga memperkosa anak di bawah umur di kantor Polsek.

Penahan dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti melalui rekonstruksi maupun bukti visum hingga pemeriksaan korban dan saksi yang menjadi dasar Briptu II ditetapkan sebagai tersangka. "Kita sudah melakukan langkah-langkah baik itu proses penyidikan sehingga yang bersangkutan ditetapkan tersangka dan sudah dilakukan penahanan, kemarin penyidikan sudah sampai dengan proses rekonstruksi yang juga melibatkan korban," jelas Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Adip Rojikan pada malutpost.id, Rabu (23/6/2021).

Lanjut Adip, Briptu II selain dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, juga akan diajukan ke persidangan internal mengenai kode etik Polri. Dia menegaskan, pelaku terancam dipecat dengan tidak terhormat dari korps kepolisian. "Selanjutnya yang bersangkutan kita jerat dengan Pasal 80 dan Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukumannya 15 tahun," terang Adip.

Soal motif Briptu II memperkosa korban, Adip mengaku penyidik tidak fokus ke hal tersebut. Sebab, pelaku disebutnya bisa saja mengarang untuk membela diri. "Kalau pengakuan tersangka itu tidak perlu dijadikan alat bukti. Dia berhak mengaku apa saja tapi yang kita lakukan di dalam proses penyelidikan, penyidikan, pembuktian, adalah keterangan saksi, alat bukti pendukung lainnya, keterangan ahli," pungkas perwira tiga melati tersebut.

Sebelumnya, kasus tersebut terkuak setelah korban bersama orang tuanya melapor di Polsek Halmahera Barat yang kemudian melimpah ke Polda Malut. Daurmala, salah satu LSM yang bergerak di bidang perempuan dan anak ikut melakukan pendampingan hukum. Briptu II diduga menyetubuhi korban di dalam kantor Mapolsek Jailolo Selatan beberapa waktu lalu. Korban yang masih berusia 16 tahun dipaksa melayani nafsu bejat sang Briptu.

Dua remaja asal Halmahera Selatan itu sebelumnya diamankan di salah satu penginapan oleh pelaku bersama rekan polisi menggunakan mobil patroli ke Polsek Jailolo. Di tengah perjalanan, korban dan rekannya ditanyai di bawa ke Polsek atau ikut para polisi itu cafe. Alasan diamankan dua gadis belia tersebut karena dituduh kabur dari rumah, mesti tuduhan itu sudah dibantah dan mengaku sudah mendapat restu orang tua masing-masing. Di Mapolsek, mereka juga diperiksa di ruangan terpisah. Korban diperiksa oknum polisi berinisial J, sedangkan rekannya diperiksa I.

Keduanya ditanyai mengapa melarikan diri dari rumah. Korban dan rekannya berinsial A menjawab keduanya tidak kabur, tapi hanya ingin jalan-jalan ke Ternate dan sudah izin orang tua. Usai pemeriksaan singkat, korban dan A beristirahat di sebuah sofa. A yang tengah menelepon kemudian diusir ke luar kantor dengan alasan obrolannya berisik, dan mengganggu. Korban lalu diminta pelaku beristirahat di dalam ruangannya. Meski sempat menolak, Briptu II terus memaksa hingga korban akhirnya mengalah.

Di ruang itulah, Briptu I melampiaskan syahwatnya dengan menyetubuhi korban. Pelaku juga disebut sempat mengancam akan mengurung korban di sel jika menolak. Korban dan A berada di Mapolsek hingga pukul 06.00 pagi hari. Karena, mereka hendak izin keluar mencari makanan, namun dilarang.

Karena korban terus menangis, salah satu anggota kemudian menanyakan kondisinya. Korban menceritakan tindakan yang dialaminya, sembari menunjukkan bukti kertas HVS tempat pelaku membuang spermanya. Parahnya, seorang oknum polisi berinisial R justru meminta korban menuntut uang ‘tutup malut’ dari pelaku sebesar Rp2 juta. Uang tersebut bakal diberikan ke korban Rp1 juta dan R mengambil Rp1 juta. (mg-06)


_

Peliput : Muhlis Idrus

Editor   : Ikram Salim