Wagub Sembuh, Gubernur Potensi Terpapar


Ketua Panitia Daerah STQ Nasional, Salmin Janidi saat memberikan Sambutannya di acara launching logo STQ Nasional. Usai acara ini Salmin baru diketahui positif covid-19. Sebelumnya Salmi diduga melakukan kontak dengan sejumlah pejabat termasuk gubernur AGK.

SOFIFI – Wabah Covid-19 kian mengganas. Dalam beberapa waktu belakangan angka penderita Covid di Maluku Utara (Malut) terus bertambah. Wakil Gubernur (Wagub) M Al Yasin Ali bahkan baru sepekan ini sembuh dari Covid, sementara Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) dalam bayang-bayang bakal tertular. Pasalnya, orang nomor satu di Malut ini, diduga melakukan kontak erat dengan sejumlah pejabat Pemprov Malut yang positif terkena virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

   Selain Wagub yang telah sembuh, Pejabat Pemprov Malut yang diketahui positif terpapar Covid-19 adalah Kepala Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Setdaprov Malut Rahwan K. Suamba, Kepala Bappeda Salmin Janidi dan Kepala BKPSDM Mifta Bay. Selain mereka sejumlah staf di Pemprov Malut juga positif Covid-19. Saat ini sejumlah pejabat dan staf yang terpapar itu tengah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Iya ada beberapa pejabat saat ini terpapar Covid-19,"ungkap Wakil Gubernur M. Al Yasin Ali, ketika diwawancarai usai menghadiri paripurna penyampaian pandangan fraksi di DPRD Provinsi Malut, Senin (28/6).

    Wagub juga mengaku, dirinya sendiri baru sembuh dari Covid-19, beberapa pekan kemarin, dirinya dinyatakan positif Covid-19, sehingga hampir dua pekan tidak berkantor, karena harus mengikuti isolasi mandiri."Saya juga dinyatakan positif Covid-19 dan baru sembuh pekan kemarin, sehingga bisa menerima kunjungan empat menteri di Sofifi,"akunya.

    Wagub meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segeralah melakukan racking kepada pejabat maupun staf yang pernah melakukan kontak erat dengan pejabat yang saat ini terpapar Covid-19."Tentunya sudah menjadi tugas Dinkes untuk melakukan tracking, agar semua bisa terhindar dari Covid-19," tandasnya.

    Disinggung soal peningkatan Covid-19 akan berpengaruh pada pelaksanaan STQ Nasional di Sofifi, mantan Bupati Halteng ini menyatakan, pelaksanaan STQN tidak akan dibatalkan, karena Kementerian Agama (Kemenag) sudah menetapkan jadwal pelaksanaan STQ Nasional pada 16 Oktober mendatang, sehingga penundaan pelaksanaan tidak akan dilakukan. Apalagi,  status Covid-19 di Malut masih tergolong aman."Di Malut status Covid-19 masih aman, pelaksanaan STQN tetap jalan, namun untuk saat ini protokol kesehatan tetap harus diperketat," ujarnya.

    Kepala Bappeda Malut, Salmin Janidi yang dikonfirmasi mengaku, dirinya kelelahan saat menyiapkan acara //launching// STQ Nasioal, kemungkinan karena faktor kelelahan itu yang membuat dirinya dinyatakan positif."Isolasi mandiri sudah dilakukan, Insa Allah dimudahkan dalam proses penyembuhan," katanya singkat.

    Salmin yang juga ketua panitia STQ Nasional ini, baru diketahui positif covid-19 usai acara launching logo, website dan Event Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat Nasional yang berlangsung di  aula Nuku kantor gubernur Malut, Senin (28/6) kemarin. Karena itu diduga Salim sudah melakukan kontak erat dengan sejumlah pejabat dan staf termasuk dengan gubernur AGK.

    Hal serupa juga terjadi pada Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Setdaprov Malut Rahwan K. Suamba. Rahwan baru teridentifikasi terpapar covid ketika melakukan swab saat kunjungan empat menteri. Dia bersama beberapa stafnya melakukan swab tes di RSUD Sofifi dan hasilnya positif Covid-19. Namun sebelum swab diduga Rahwan telah melakukan kontak dengan banyak orang, termasuk dengan gubernur, apalagi di saat mempersiapkan kunjungan kedatangan menteri."Ya kita berdoa saja, semoga cepat sembuh dan kembali melaksanakan aktivitas," pungkasnya.

    Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Malut, Idhar Sidi Umar ketika dikonfirmasi saat mengikuti rapat Paripurn di DPRD, justru tidak mau memberikan penjelasan terkait pejabat Pemprov yang terkena Covid maupun soal angka Covid yang terus meningkat di Malut.
    Idhar saat dicegat, meminta wartawan untuk menunggu, karena masih ada agenda paripurna. Dia berjanji akan balik dan bertemu wartawan. Sayangnya, Idhar justru pergi dan tidak lagi tampak di kantor DPRD. Padahal saat itu, baik gubernur maupun wagub masih mengikuti paripurna hingga usai.

    Sejauh ini karena tracking belum dilakukan, belum diketahui gubernur melakukan kontak erat dengan pejabat yang telah terpapar covid atau tidak. Hingga kemarin, gubernur terlihat masih melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.(din/rul)