Halut-Tikep Formasi CPNS Terbanyak


ILUSTRASI Seleksi CPNS beberapa waktu lalu

SOFIFI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) memastikan, Kamis (1/7) hari ini,  mulai membuka pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    Sesuai edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN), pendaftaran CASN sendiri dimulai pada Rabu (30/6) kemarin hingga 21 Juli mendatang, namun Pemprov sendiri baru memulai pendaftaran pada Kamis (1/7) hari ini. Untuk kuota CPNS dan tenaga PPPK di Malut yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Nagara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Malut mendapat kuota CPNS dan PPPK sebanyak 8.508 kuota.

    Dari jumlah tersebut terdiri dari, kuota PPPK sebanyak 7.222 formasi dengan rincian tenaga guru 6.970 formasi, tenaga kesehatan 216 formasi dan tenaga teknis 36 formasi. Sementara kuota CPNS sebanyak 1.286 formasi, terdiri dari tenaga kesehatan 1.056 formasi dan tenaga teknis 230 formasi."Pengumuman dan persyaratan pendaftaran sudah bisa diakses melalui website BKD dan SSCN BKN pada Rabu (30/6) pukul 11.30 WIT tadi malam dan pendaftaran sudah bisa dilakukan mulai Kamis (1/7) hari ini hingga 20 Juli mendatang," terang Kabid Perencanaan Pengadaan dan Penataan Aparatur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Malut Fahri Fuad, saat dikonfirmasi Malut Post, kemarin (30/6).

    Fahri menjelaskan, semua persyaratan dan jumlah formasi yang dibutuhkan sudah ada di website BKD maupun website sscnbkn.go.id, sehingga peserta sudah bisa langsung mengakses kuota atau formasi yang dituju melalui website."Untuk kuota Maluku Utara tidak ada perubahan, sehingga pendaftaran sudah bisa dilakukan," jelasnya.

    Untuk diketahui, Pemprov Malut sendiri menerima kuota paling banyak adalah tenaga PPPK yang jumlahnya 2. 448 formasi dengan rincian tenaga guru sebanyak 2.364 formasi dan tenaga kesehatan 36 formasi.

    Bila dilihat dari data formasi baik CPNS maupun PPPK, Pemerintah Provinsi Malut dan Pemkab Halmahera Selatan (Halsel) menerima formasi PPPK paling banyak, pemprov sebanyak  2.448 orang dan, Halsel 1476 orang. Sedangkan untuk kuota CPNS paling banyak di Halmahera Utara (Halut) dan Tidore Kepulauan. Di Halut jumlahnya 295 formasi dan Tikep 262 formasi   (data lengkap lihat grafis)."Sementara untuk kuota CPNS hanya diberi porsi 45 formasi terdiri dari tenaga kesehatan 13 orang dan tenaga teknis 32 orang," pungkasnya.

    Sementara Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Paryono mengatakan, Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 resmi dibuka hari ini, Rabu (30/6). Calon peserta dapat melakukan pendaftaran di laman https://sscasn.bkn.go.id/ mulai hari ini pada pukul 18.30 WIB. "Nanti sore (kemarin) dibuka jam 6.30 (18.30 WIB). Serentak untuk CPNS dan PPPK," kata Paryono, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (30/6).

    Mengutip laman SSCASN, persyaratan berkas yang diunggah saat pendaftaran, baik untuk CPNS, PPPK guru, maupun PPPK non-guru, adalah sama, yakni; scan pas foto berlatar belakang merah maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg,  Scan Swafoto maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg, scan KTP maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg, scan surat lamaran maksimal 300 Kb bertipe file pdf, scan Ijazah + Serdik/STR maksimal 800 Kb bertipe file pdf, scan transkrip nilai maksimal 500 Kb bertipe file pdf, scan dokumen pendukung lainnya maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

    Sebagai catatan, berkas fisik yang diunggah untuk seleksi administrasi juga menyesuaikan dengan ketentuan dari  masing-masing instansi yang dilamar. Untuk itu pelamar juga perlu menyimak dengan teliti informasi dari instansi yang dilamar.

Syarat Pendaftaran CASN 2021
    Persyaratan seleksi CPNS, PPK guru, dan PPP non-guru, untuk tahun 2021; batas usia pelamar CPNS 2021 minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun, atau maksimal 40 tahun bagi pelamar yang melamar jabatan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis; dan Dosen, Peneliti, dan Perekayasa yang memiliki kualifikasi pendidikan Strata 3 (Doktor) sesuai Peraturan Menpan RB Nomor 23 Tahun 2019.

    Ketentuan umum pelamar yang dapat mendaftar pada seleksi CPNS 2021: Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih; Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau dengan hormat sebagai PNS/Prajurit TNI/Kepolisian Negara RI; Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta; Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Kepolisian Negara RI; Tidak menjadi anggota/pengurus Parpol atau terlibat politik praktis; Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan; Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar; Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah. Untuk diketahui, setiap instansi mempunyai persyaratan khusus terkait seleksi CPNS 2021.

Syarat PPPK Guru
    Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No 1460/B.B1/GT.02.01/2021 tanggal 15 Maret 2021, terdapat beberapa golongan yang dapat mendaftar PPPK Guru, yaitu: Honorer THK-II sesuai database THK-II di BKN; Guru Honorer yang masih aktif mengajar di Sekolah Negeri di bawah kewenangan Pemerintah Daerah dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud; Guru yang masih aktif mengajar di Sekolah Swasta dan terdaftar sebagai Guru di DAPODIK Kemendikbud; Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di Database Lulusan Pendidikan Profesi Guru Kemendikbud. Batas usia pelamar PPPK Guru 2021 paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 59 tahun pada saat pendaftaran. Seleksi PPPK Guru 2021 diselenggarakan melalui tiga tes, yaitu Tes Kesempatan Pertama, Tes Kesempatan Kedua, dan Tes Kesempatan Ketiga.

    Adapun informasi lengkap mengenai ketiga tes seleksi PPPK Guru 2021 tersebut dapat disimak di portal sscasn.bkn.go.id.

Syarat PPPK Non Guru
    Seleksi PPPK Non-guru terbuka bagi WNI yang berkeinginan mengabdi, dan memenuhi syarat sesuai peraturan masing-masing instansi, serta memenuhi batas usia yang dipersyaratkan. Batas usia pelamar seleksi PPPK Non-guru 2021 minimal 20 tahun, dan paling tinggi 1 tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Ketentuan umum pelamar yang dapat mendaftar pada seleksi CPNS 2021, yakni: Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih; Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau dengan hormat sebagai PNS/Prajurit TNI/Kepolisian Negara RI; Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta; Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Kepolisian Negara RI; Tidak menjadi anggota/pengurus Parpol atau terlibat politik praktis; Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan; Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar; Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah.

    Untuk diketahui, setiap instansi mempunyai persyaratan khusus terkait seleksi PPPK Non-guru 2021. Oleh karena itu, pelamar diwajibkan membaca syarat pendaftaran masing-masing instansi serta memahami secara cermat dan teliti sebelum memilih formasi.(din/kc/rul)
   
Formasi  CPNS dan P3K Malut 2021


Daerah                          CPNS                      P3K                         Total
Provinsi                     45 Orang                2.448 orang        2.493
Halbar                        57 orang                 392 orang             449
Tikep                           262 orang              298 orang             559   
Halteng                       47 orang                 408 orang             455
Haltim                                 -                          573 orang               573
Halsel                         100 orang              1.476 orang         1.576
Halut                          295 orang               794 orang              1.089
Kepsul                       176 orang               183 orang               359
Pulau Morotai      166 orang                            -                       166
Pulau Taliabu       139 orang                 695 orang              834