PDIP Maluku Utara Tarik Dukungan ke AGK-YA, Siap jadi Oposisi

Muhammad Sinen. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- PDI Perjuangan Maluku Utara menarik dukungan politik terhadap pemerintahan Abdul Gani Kasuba - Al Yasin Ali (AGK-YA) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Malut. 

Sikap politik partai pengusung AGK-YA saat Pilgub lalu itu berdasarkan usulan pengurus daerah di 10 kabupaten/kota. Langkah DPC itu disampaikan melalui rapat kerja daerah (Rakerda) yang berlangsung di Hotel Sahid Bela Ternate, Kamis (1/7/2021).

Dalam Rakerda itu, DPC kompak bersikap melalui rekomendasi ke DPD untuk diteruskan ke DPP PDIP, dan salah satu poinnya ialah menarik dukungan politik terhadap pemerintahan AGK-YA.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Muhammad Sinen mengemukakan, 10 DPC di kabupaten/kota di Malut merekomendasikan penarikan dukungan. Selaku ketua partai daerah, dirinya tidak bisa melarang keputusan yang disampaikan 10 DPC. Hasil rekomendasi itu, katanya akan disampaikan ke DPP dalam waktu dekat.

"Entah, DPP tindaklanjuti atau tidak itu tergantung DPP. Saya tidak bisa larang keputusan mereka (DPC,red) karena mereka itu juga ikut berjuang memenangkan AGK-YA di Pilgub lalu," tutur Muhammad Sinen.

Menurutnya, rekomendasi pengurus daerah itu karena kecewa kader terhadap AGK-YA. Orang nomor 1 dan 2 di Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu dinilai tidak komitmen pada janji politiknya terhadap PDIP. Bahkan, keduanya juga tidak memberikan kontribusi terhadap partai pengusung dan tidak pernah hadir dalam kegiatan ketika diundang oleh partai. 

"Termasuk janji bangun kantor PDIP Malut, tapi nyatanya tidak. Justru AGK membebaskan lahan untuk kantor PKS. Biar bagaimana pun, PDIP sebagai partai pengusung pasti tersinggung," tegasnya.

Ayah Erik, sapaan Muhammad Sinen menilai, AGK telah melakukan pembohongan besar terhadap PDIP Malut. Wakil Wali Kota Tikep dua periode itu kecewa dan membeberkan, bahw AGK-YA adalah pasangan pada Pilgub 2019 yang sudah dalam posisi kalah. Namun, partai melakukan permainan sehingga terjadi Pemilihan Suara Ulang (PSU). 

"Dan pelakunya itu kami, dan saya sendiri juga pelaku sampai bisa bawa ke MK (Mahkamah Konstitusi). Ini skenario yang sudah dimainkan. Itu perjuangan partai, bukan perjuangan AGK-YA," kata Muhammad Sinen.

Menurutnya, selama menjabat, AGK dan Al Yasin Ali tidak memberikan apapun kepada PDIP. Ia juga menegaskan tunduk terhadap rekomendasi seluruh DPC di daerah, dengan begitu partai moncotng putih di Maluku Utara akan mengambil posisi sebagai oposisi di pemerintahan AGK-YA.

"Kalau DPP terima itu (rekomendasi,red) maka kami akan jadi oposisi," tegasnya mengakhiri. (aby)


_

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram Salim