Penyebab Kematian Pemburu di Hutan Sasa, Ternate Dianggap Janggal

Ilustrasi jenazah. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Kematian MJ alias Munir (51 tahun), warga Kelurahan Tongole, Kecamatan Ternate Tengah yang tewas dengan luka sobek di paha saat berburu di hutan Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, pada Rabu, 30 Juni 2021 lalu dianggap tidak wajar oleh keluarga korban.

Mereka menilai ada kejanggalan saat jenazah korban tiba di rumah duka di Tongole, beberapa jam setelah meninggal dunia. Karena itu keluarga mendukung aparat melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyabab kematian almarhum.

"Kami pihak keluarga tidak menerima dengan kematian almarhum, karena terjadi beberapa kejanggalan di sini. Menurut temannya almarhum meninggal karena digigit babi, kami dari keluarga tidak terima, karena kenyataan yang kami lihat ini bukan digigit babi. Akan tetapi almarhum ini meninggal karena ada dugaan ke peluru tajam," ujar Syahril Muhammad, salah keluarga keluarga korban pada malutpost.id, Jumat (2/7/2021).

Syahril mempertanyakan, mengapa korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Kemudian, jenazahnya korban lebih dulu dibawa ke Kelurahan Marikurubu bukan ke Kelurahan Tongole yang merupakan tempat asal korban. "Yang ketiga, kenapa almarhum pe pakaian (baju) itu tidak ada sama sekali, cuma celana dalam saja waktu tiba di rumah duka Tongole,"tanya Syahril.

Selain itu, lanjut Syahril, jarak waktu kejadian dan informasi yang diterima pihak keluarga juga terbilang lama. Di mana, keluarga mendapat informasi nahas itu pukul 11.30, sedangkan peristiwa itu kabarnya terjadi pada pukul 10.00. Sedangkanya jenazah almarhum tiba di rumah duka pukul 12.30 atau lebih dari 2 jam setelah peristiwa.

"Misalnya saksi Sinyo itu ketika kita tanya sekitar 3 atau 4 kali itu keterangannya selalu berbeda-beda. Terus satunya lagi ditanya jarak antara rekan korban dengan korban ini jawabanya juga berbeda. Intinya keterangannya berbeda-beda. Karena waktu kejadian sampai ke rumah duka itu lama sekali, jadi kita harap polisi bisa mengusut ini, dan kami akan kawal kasusnya,"ujar Syahril.

Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada melalui Kasubag Humas, IPDA Wahyuddin menjelaskan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Menurutnya, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, dan telah menyita barang bukti berupa 4 unit senjata api laras panjang beserta 8 butir peluru yang digunakan korban dan rekan-rekannya untuk berburu hewan.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Ternate. Untuk penyebab luka masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit," pungkasnya.(mg-06)


_

Peliput : Muhlis Idris

Editor    : Ikram Salim