Oknum Pejabat Kepulauan Sula Dilaporkan Atas Dugaan Persetubuhan Anak

Ilustrasi kasus anak. (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Seorang pejabat di Pemda Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara berinisial KM dilaporkan ke Polda Maluku Utara, Senin (5/7/2021). Ia dipolisikan ke Unit IV Direktorat Kriminal Umum atas dugaan persetubuhan anak di bawah umur sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor/STPL/68/VII/2021/SPKT.

Kuasa hukum korban, Roslan menuturkan, pihaknya melakukan pendampingan hukum terhadap korban untuk menyeret kasus asulila tersebut ke Polda Malut. Roslan menceritakan, korban bersama terlapor sudah lama saling kenal melalui Facebook. Setelah itu, korban yang tinggal di Manado, Sulawesi Utara itu diajak ke Ternate oleh KM dengan ongkos perjalanan ditanggung KM.

"Korban ini dijanjikan akan dinikahi tapi ternyata sampai hari ini tidak terealisasi. Padahal, gadis belia itu sudah diajak tidur berkali-kali sekitar 3 kali di tahun 2020,"kata Ruslan yang juga Ketua LBH Advokasi Peduli Bangsa (APB) KAI Malut, kepada malutpost.id, Senin (5/7/2021) tadi.

Ruslan mengungkapkan, dalam pelaporan  juga disertai bukti berupa hasil visum et repertum korban. Kata dia, pihaknya tinggal menunggu proses penyelidikan. Ruslan menegaskan, laporan tersebut agar menjadi pelajaran bagi siapa pun bahwa tidak ada dalil apapun yang membenarkan perbuatan persetubuhan terhadap anak karena dilindungi oleh undang-undang.

"Karena anak usia 18 tahun masih dalam kategori anak menurut UU perlindungan anak. Kami penasehat hukum dari anak korban mengucapkan terima kasih kepada penyidik Ditreskrimum Polda, karena sudah menerima kami dengan pelayanan yang maksimal,"ungkapnya.

Selain kasus persetubuhan, lanjut Ruslan, pihaknya juga mengantongi bukti lain terkait dugaan pengancaman terhadap korban. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berdampak pada psikologi dan kenyamanan anak. "Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti ancaman yang dilakukan kepada korban
melalui telepon maupun pesan singkat whatsapp,"pungkasnya. (tr-07)


_

Peliput : Aksal Muin

Editor   : Ikram Salim