Wagub Dukung Bentuk Desa Baru

PERESMIAN: Wagub M. Ali Yasin Ali bersama Bupati Danny Missy saat penandatanganan prasasti peresmian infrastrukut, jalan, listrik dan telekomunikasi di Desa Tabobol Kecamatan Ibu Selatan, Jumat (20/12) kemarin.

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat bakal membentuk desa baru di wilayah enam desa. Ini dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 60 tahun 2019 tentang batas wilayah enam desa di Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

       Bupati Danny Missy yang ditemui usai peresmian program listrik, jalan dan tower di Desa Tabobol Kecamatan Ibu Selatan, Jumat (20/12) mengatakan, Permendagri Nomor 60 tahun 2019, ada empat desa yang masuk Halbar. Desa ini akan dimekarkan menjadi delapan desa agar pada pilkada nanti desa yang ada di wilayah enam desa tidak lagi datang ke desa tetangga.”Kita akan buat pemekaran desa baru sebanyak 8 desa, sehingga di wilayah enam desa sudah memiliki desa defenitif,”katanya.

       Sementara Wakil Gubernur M Al Yasin Ali yang hadir pada acara peresmian tersebut mengatakan saat rapat lintas sektor di Kota Ternate beberapa waktu lalu, telah menyampaikan kepada Pemkab Halut dan Halbar bahwa tahapan sosialisasi dan penetapan desa yang masuk Halbar dan Halut sudah harus tuntas 23 Januari 2020 mendatang, sehingga empat desa yang pecah dari Halut dan masuk Halbar itu sudah harus definitif 23 Januari mendatang.”Saya sampaikan secepatnya dibuatkan kode desa, sehingga bisa menjadi desa definitif dan batas waktunya sampai 23 Januari, agar masyarakat di wilayah enam desa yang masuk Halbar memiliki hak pilih di pilkada 2020 mendatang,”katanya.

       Mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode ini menambahkan jika Pemkab Halbar berkeinginan menambah 8 desa baru untuk dimekarkan menjadi desa definitif, malah jauh lebih baik, sehingga masyarakat enam desa yang pecah dari Halut tidak lagi menyalurkan hak pilihnya di desa tetangga, karena sudah ada desa definitif.”Yang harus dilakukan saat ini adalah segera membuat kode desa, sehingga pembentukan desa baru juga bisa cepat dilaksanakan,”ujarnya. (din/met)