Lakalantas Pelajar Desa Galala Tewas

Jenazah jamaludin saat dikeluarkan di RSUD.

JAILOLO - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) di ruas jalan Desa Galala Kecamatan Jailolo merenggut nyawa, Rabu (12/2) sekira pukul 14.30 WIT. Kejadian ini bermula saat mobil pick up Mitsubishi warna coklat dengan nomor polisi DG 8002 M dan Sepeda Motor Honda Blade warna hitam merah nomor polisi DG 2855 ME, bertabrakan di ruas jalan desa tersebut.

       Kapolres AKBP Aditya Laksimada,SIK yang dikonfirmasi mengatakan awalnya korban Jamaludin Alwan (16) yang juga pelajar salah satu sekolah di Kota Jailolo mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Farhar Samsu (16) dari  Desa Galala menuju Desa Payo dengan kecepatan tinggi. Belum tiba di tempat tujuan, tepatnya di jalan umum Desa Galala, Jamaludin dan Farhar menyalip sepeda motor yang berada di depan mereka, sehingga hilang kendali dan menabrak mobil pick up Mitsubishi yang dikendarai Sofyan S. Hidayat (37) yang datang dari arah berlawanan."Akibat tabrakan tersebut Jamaludin dan boncenganya Farhar jatuh dan terpental ke aspal, sehingga Jamaludin mengalami pendarahan di kepala kemudian meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Jailolo. Sementara Farhat mengalami benturan dikepala dan mengalami patah pada rahang, dan hingga malam tadi kondisinya masih kritis di RSUD jailolo,"jelasnya.

       Kapolres menambahkan, lakalantas yang sering terjadi dan merenggut nyawa harus menjadi perhatian serius bagi orang tua, karena pada saat kecelakaan terjadi dan dilakukan pemeriksaan para korban saat mengendara tidak menggunakan helm dan belum memiliki Surat Ijzin Mengemudi (SIM), sehingga orang tua harus lebih serius menjaga anak-anaknya yang belum layak mengendarai kendaraan."Kasus Lakalantas yang sering merengut nyawa hatus menjadi pelajaran untuk kita semua. Karena itu, patuhi peraturan lalulintas terutama hindari penggunaan kendaraan motor bagi anak-anak, wajib miliki SIM dan wajib gunakan helm,"ujarnya.

       Setelah Jamaludin dinyatakan meninggal, keluarga langsung membawanya ke rumah dan selanjutnya di kebumikan."Untuk saat ini masih dilakukan penyelidikan. Bahkan anggota sudah turun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti dan mencari keterangan saksi,"pungkasnya. (din/met)