Satu Tewas, Tiga Kritis

TEWAS: Korban lakalantas meregang nyawa setelah dua kendaraan tanpa lampu tabrakan di Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat, Minggu (23/2) malam POLRES HALBAR FOR MALUT POST

JAILOLO – Lampu merupakan spare part yang wajib dimiliki kendaraan bermotor. Berkendara tanpa lampu, terutama di malam hari, dapat berakibat kecelakaan lalulintas yang amat fatal. Seperti yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat, lakalantas menyebabkan satu nyawa melayang dan tiga lainnya kritis. 

Informasi yang diperoleh Malut Post, Minggu (23/2) malam sekira pukul 19.20 WIT warga Desa Jere, Kecamatan Ibu Selatan, Jepta Sungi mengendarai Honda Karisma hitam tanpa lampu maupun nomor polisi. Ia memboncengi rekannya Noldi Sidangoli. Keduanya dalam perjalanan pulang ke kampung.

Setibanya di Desa Sasur, sepeda motor tersebut menabrak Honda Supra yang dikendarai Aldi Jumati. Aldi yang memboncengi Bodu Sasela juga tak punya lampu kendaraan.

Tabrakan hebat itu membuat nyawa Jepta melayang seketika. Sementara Noldi, Aldi dan Bodu mengalami kritis. Ketiganya dilarikan ke RSUD Jailolo untuk mendapatkan perawatan intensif. “Atas kejadian ini menjadi ikhtiar bagi seluruh masyarakat, jika kendaraan tidak lengkap dan ditilang oleh polisi itu artinya polisi ingin menyelamatkan warga dari kecelakaan. Sehingga kami berharap ada kesadaran berlalulintas,” ungkap Kapolres Halbar AKBP Aditya Laksimada yang dikonfirmasi Senin (24/2) pagi.

Dalam kejadian tersebut, Jepta yang berprofesi sebagai petani mengalami benturan keras pada bagian kepala dan wajah. Ia juga mengalami luka robek pada bagian mulut. Sementara rekannya Noldi mengalami benturan pada bagian kepala dan luka lecet di kaki dan tangan. Aldi dan Bodu terluka di bagian wajah dan lecet kaki kirinya.

Sempat dilarikan ke puskesmas terdekat, ketiga korban dinyatakan kritis dan harus dirujuk ke rumah sakit. “Setelah kejadian tabrakan itu, anggota Polsek langsung turun ke TKP mengamankan barang bukti, mencari saksi-saksi dan langsung membawa korban ke Puskesmas. Selanjutnya dirujuk ke RSUD, karena tiga korban dalam kondisi kritis,” jelas Aditya.

Jandi, salah satu dokter jaga RSUD menjelaskan, kondisi korban saat datang ke RSUD ada luka di bagian kepala, robek di bagian pipi kiri, serta keluar darah dari hidung dan telinga. Kesadaran para korban juga menurun. “Untuk kondisi sekarang sudah ada pemulihan sedikit, sehingga dilakukan pemasangan alat keteter. Status pasien saat ini pernapasannya masih spontan dan kesadaran menurun, sehingga masih dikatakan kritis,” pungkasnya.(din/kai)