Lakalantas Renggut Nyawa di Balisoan

LAKALANTAS : Lokasi kecelakaan lalulintas di Desa Balisoan Kecamatan Sahu yang menewaskan Brian Urep (14) pelajar asal Desa Golo Kecamatan Sahu, Kamis (5/3) kemarin

JAILOLO – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Jailolo Halmahera Barat dua bulan terakhir memprihatinkan. Ini karena sejak Februari hingga awal Maret 2020 ini sudah tiga orang meninggal dunia akibat tabrakan di jalan umum. Sebelumnya pada 12 Februari lalu, lakalantas terjadi di Desa Galala Kecamatan Jailolo yang menewaskan warga Desa Payo, kemudian 23 Februari tepatnya di Desa Sarau Kecamatan Ibu Selatan terjadi tabrakan kendaraan roda dua yang menewaskan Jefta Sungi dan pada Kamis (5/3) kemarin, kasus yang sama kembali terjadi di jalan umum Desa Balisoan Kecamatan Sahu yang menewaskan Brian Urep (14) pelajar asal Desa Golo Kecamatan Sahu.”Saat ini jalan sudah semakin bagus, jadi harus diikuti dengan kesadaran berlalulintas. Karena baru dua bulan saja sudah tiga orang tewas karena kecelakaan lalulintas,”kata Kapolres AKBP Aditya Laksimada,SIK yang dikonfirmasi, Kamis (5/3).

    Kejadiannya bermula saat Korneles Bessy (51) warga Desa Taraudu berboncengan dengan istrinya Seska Salekan (47) mengendarai kendaraan roda dua jenis Yamaha Jupiter MX dengan nomor polisi DB 4764 MF dari Desa Balisoan menuju Desa Taraudu. Dalam perjalanan tepatnya di  jalan umum Desa Balisoan datang dari arah berlawanan sepeda motor jenis honda Revo warna biru tanpa nomor kendaraan yang dikendarai Brian Urep (14) melaju dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak kendaraan yang dikendarai Korneles Bessy dari arah depan.”Dari tabrakan itu, Brian Urep jatuh terpental ke aspal, dan mengalami pendarahan di kepala, sehingga langsung dilarikan ke RSUD. Setelah mendapat perawatan Brian dinyatakan meninggal dunia,”ungkapnya.

    Sementara korban Korneles Bessy mengalami benturan di kepala, luka robek di kaki sebelah kanan dan luka pada wajah dan kepala. Yang bersangkutan pun dirujuk ke RSUD, karena tidak sadarkan diri. Sementara istrinya Seska Salekan mengalami benturan di kepala dan bengkak di dahi dan saat ini juga mendapat perawatan di RSUD Jailolo.”Setelah kejadian anggota sudah turun melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengamankan barang bukti serta meminta keterangan saksi,”ucapnya.


    Kapolres mengaku, korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan ini rata-rata tidak menggunakan helem saat mengendarai sepeda motor. Karena itu, diharapkan kepada orang tua untuk selalu mengingatkan anaknya menggunakan helm saat mengendara. Anak yang belum cukup usia, jangan diizinkan untuk mengendarai kendaraan. Masyarakat juga sudah harus sadar tentang pentingnya menggunakan helm.”Mengendarai kendaraan itu musibah sudah di depan mata, sehingga pengamanan seperti helm sangat penting digunakan,”harapnya.

    Sementara salah satu perawat yang ditemui di RSUD Jailolo mengaku, saat ini pasangan suami istri (pasutri) korban lakalantas sudah mendapat perawatan kondusif, namun belum ada perubahan karena menderita luka parah. (din/met)