Kendala Lahan, Wisata Tuada Terbengkalai

Kondisi pantai wisata pejuang

JAILOLO – Dinas Pariwisata (Dispar) Pemkab Halmahera Barat belum menata lokasi wisata tanjung pejuang yang terletak di Desa Tuada Kecamatan Jailolo. Ini karena lahannya masih bermasalah sehingga pemkab juga belum berani menata.”Kalau sudah dibebaskan dan menjadi aset pemkab, maka lokasi ini pastinya akan ditata untuk menarik wisatawan,”kata Kepala Dinas Pariwisata Fenny Kiat yang dikonfirmasi, Kamis (12/3).

Fenny mengatakan untuk penataan lokasi wisata tahun ini, Dispar menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 8,5 miliar. Anggaran tersebut difokuskan di empat lokasi wisata. Masing-masing lokasi wisata Tanjung Rappa Desa Bobanehena, lokasi wisata Desa Gamtala, lokasi wisata Gufasa dan lokasi wisata Pantai Sosota Kecamatan Loloda.”Jadi hanya empat lokasi wisata yang akan ditata dengan menggunakan anggaran tersebut,”ujarnya.

    Empat lokasi wisata ini lahannya sudah diserahkan ke pemkab, sehingga dengan dasar itu pemkab melakukan penataan.”Jadi lokasi wisata di Tuada masih milik warga, belum menjadi aset pemkab. Jadi pemkab belum manata. Sementara Gamtala, Bobanehena, Sosota dan Lokasi FTJ yang terletak di Desa Gufasa sudah menjadi aset pemkab,”jelasnya. Anggaran penataan lokasi wisata yang bersumber dari DAK ini akan dikerjakan tahun ini, sehingga dimungkinkan sebelum tahun 2021 semua pekerjaan sudah tuntas.”Saya berharap ada partisipasi masyarakat mengawasi proses pekerjaan, karena lokasi wisata yang dibangun juga demi masyarakat,”harapnya. (din/met)