Minim Fasilitas Aktivitas Pelabuhan Terhambat

Kegiatan bongkar muat pelabuhan

JAILOLO – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Matui Kecamatan Jailolo masih ditemukan sejumlah masalah. Beberapa diantaranya terkait minimnya penyediaan fasilitas pendukung yang menghambat aktivitas bongkar muat pelabuhan.”Saat ini bongkar muat mulai padat, namun fasilitas pelabuhan belum memadai sehingga aktivitas bongkar muat membutuhkan waktu yang cukup lama,”kata Kepala Perwakilan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Pelabuhan Matui Sadam Gani yang dikonfirmasi, Kamis (12/3).

    Fasilitas yang belum memadai itu adalah Forklif dan mobil trontong. Saat ini Forklif yang disiapkan PT Pelni kapasitasnya hanya bisa mengangkat kontainer 5 ton. Sementara yang isinya lebih dari 5 ton tidak bisa diangkat.”Jadi aktivitas bongkar muat dilakukan langsung di atas pelabuhan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama, karena mobil truk pengangut barang harus antrian,”ungkapnya.

    Karena itu, pengusaha juga diharapkan menyiapkan gudang penampung agar saat pembongkaran barang langsung ditampung di gudang tersebut.”Yang terjadi saat ini barang yang dibongkar harus diantar kepada pengusaha dan itu bukan satu titik, tetapi banyak titik sehingga menguras waktu karena harus menunggu mobil truk yang datang mengambil barang dan diantar ke pengusaha,”ujarnya. Sementara terkait tenaga buruh juga sudah sangat siap, sehingga yang ada hanya siapkan fasilitas serta lokasi pelabuhan juga harus diperluas agar tidak kesulitan saat aktivitas bongkar muat. (din/met)