Cegah Corona, Lapas Bebaskan 17 Napi

BEBAS: Pose bersama petugas Lapas Kelas II B Jailolo bersama 17 narapidana (napi) yang dinyatakan bebas bersayarat sesuai Surat Keputusan (SK) Kemenkum-HAM

JAILOLO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Jailolo membebaskan 17 narapidana (napi). Ini dilakukan sesuai Keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkun-HAM) Nomor 10 dan 19 tahun 2020 yang menyebutkan napi yang dibebaskan dari tahanan minimal sudah menjalani seper dua dari masa tahanan dan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat (SKPB) dari Kemenkum-HAM yang menyatakan napi yang akan dibebaskan tahun 2020.”Jadi 17 Napi yang bebas bersyarat itu tetap melapor ke Lapas satu minggu sekali dan dipantau Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ternate hingga napi tersebut benar-benar bebas murni,”ujar Kepala Lapas (Ka Lapas) Husni Dio yang dikonfirmasi, Jumat (3/4).

    Husni mengatakan pembebasan 17 napi itu dilakukan dua tahap. Yakni tahap pertama dimulai 1 April sebanyak 7 orang, dan 2 April 10 orang, sehingga totalnya 17 napi yang sudah bebas sesuai SKPB.  Napi yang bebas itu juga rata-rata kasus pidana umum (Pidum).”Jumlah napi di Lapas sebanyak 79 orang, tetapi yang memenuhi syarat bebas bersyarat hanya 17 orang. Jadi napi yang tersisa sebanyak 62 orang,”ungkapnya.

    Diakui, pembebasan bersyarat ini dilakukan untuk mencegah penularan coronavirus (covid-19), karena padatnya napi dan keterbatasan fasilitas dimungkinkan penyebaran virus bisa terjadi ketika keluarga napi berkunjung ke Lapas.”Dengan dibebaskannya 17 napi ini maka kepadatan fasilitas sudah berkurang dan napi juga sudah bisa diatur,”ucapnya, sembari meminta napi yang sudah bebas itu bisa sadar akan perbuatannya sehingga tidak lagi mengulangi. (din/met)