Bagi-bagi Uang saat Reses, Anggota DPRD Malut Disorot Bawaslu

Tangkapan layar video anggota DPRD Malut, Iskandar Idrus saat reses di Halmahera Barat, Rabu (7/10/2020).

Ternate, malutpost.id – Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Iskandar Idrus di Desa Tongute Goin, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat mendapat sorotan dari Bawaslu.

Pasalnya, anggota Komisi III itu diketahui membagi-bagi uang di tengah agenda kunjungan ke daerah pemilihannya, Rabu (7/10/2020).

Insinden tersebut bahkan diposting melalui akun facebooknya Iskandar Malamo pada sore sekira pukul 17.00 WIT tadi. Selain berswafoto dengan sejumlah warga, Iskandar juga mengupload video joget dengan warga setempat sembari mengangkat 2 jari. Mereka juga terlhat tidak menggunakan masker.

Di video lainnya, Iskandar juga tampak membagi-bagi uang pecahan Rp 50 ribu kepada ibu-ibu yang mengerumuninya di jalan. Di lokasi yang sama, terlihat salah satu warga memegang sesuatu seperti minuman keras dalam kemasan kertas baru turun dari sepeda motor. 

Aksi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendapat sorotan Ketua Bawaslu Maluku Utara Muksin Amrin. Muksin lantas meminta jajarannya untuk memastikan kejadian tersebut. 

“Iya kita sudah dapat perintah dari Bawaslu Malut untuk melakukan penelusuran,"ungkap Ketua Bawaslu Halbar Alwi Ahmad kepada malutpost.id, Rabu (7/10/2020).

Alwi menambahkan, saat ini Bawaslu melalui Panwascam Ibu telah melakukan investigasi, apakah aksi bagi bagi uang yang dilakukan saat reses itu ada muatan politik mengajak warga memilih salah satu paslon atau tidak.

"Panwas kecamatan sudah diperintahkan untuk melakukan investigasi lapangan, jadi kita masih menunggu laporan dari Panwascam,"katanya.

Ditanya apakah Iskandar Idrus akan dipanggil, Alwi mengaku, jika Panwascam sudah selesai melakukan investigasi lapangan, maka Iskandar akan diundang untuk klarifikasi karena agenda reses yang dilakukan oleh Iskandar dan bagi-bagi uang kepada masyarakat diposting langsung oleh Iskandar melalui akun facebook miliknya.

"Pastinya yang bersangkutan (Iskandar) akan diundang untuk klarifikasi, jika terbukti, kita tetap proses,"pungkasnya. (din)

 

 

-

Peliput : Samsudin Chalil

Editor : Ikram