Aduan Lahan ke Jokowi Gagal


KUNJUNGAN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat tiba di Bandara Kuabang Kao Halmahera Utara (Halut), Rabu (24/3) kemarin. Bandara yang diresmikan itu hingga kini lahannya masih disengketakan ahli waris.

TOBELO – Bandar Udara Kuabang Kao Kabupaten Halmahera Utara yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Rabu (24/3) ternyata masih menyisahkan masalah. 13 Kepala Keluarga (KK) yang mengklaim sebagai pemilik lahan mengaku sampai detik ini lahan bandara tersebut belum diselesaikan.”Kedatangan presiden kemarin adalah kesempatan untuk mengadukan lahan kami yang sampai saat ini belum diselesaikan.

Hanya saja, kami tidak diberikan ruang untuk bertemu,”ungkap salah satu warga pewaris lahan kepada Malut Post, Rabu (24/3). Gilbert Tuwonaung yang juga kuasa hukum 13 KK mengatakan kliennya meminta agar rencana peresmian bandara ini mereka bisa diberi ruang untuk mengadu langsung ke presiden.

Karena lahan bandara masih bermasalah dengan ahli waris.”Aduan mereka tidak tersampaikan, karena itu mereka mereka akan mengajukan gugatan ke pengadilan,”tandasnya. Diketahui, lahan bandara ini sebelumnya sudah digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Tobelo 2019 lalu. Namun dalam persidangannya hakim memenangkan pihak tergugat maupun penggugat sehingga status lahan dikembalikan ke posisi semula yang tentunya masih dikuasai negara. (rid/met)