DPRD Beber Dana Bantuan Untuk Korban Gempa

Kantor DPRD kabupaten Halamhera Selatan

LABUHA-Bantuan untuk para korban gempa dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat senilai Rp 92 miliar ternyata sudah dialokasikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahaera Selatan. Hal ini dibeberkan pihak DPRD kabupaten Halsel, Kamis (9/1). Dari informasi yang diterima, alokasi dana bantuan puluhan miliar tersebut telah disalurkan BNPB namun sengaja dibiarkan terparkir di bank oleh Pemkab sehingga belum dicairkan dan diberikan ke para korban gemba bumi yang terjadi  pertengahan 2019 lalu. Dana bantuan ini sudah seharusnya diterima 1.201 warga yang bangunan rumahnya rusak parah. Sementara, nasib warga yang tersebar di 12 kecamatan, sebagaimana terkena dampak gempa sampai saat ini masih terkatung-katung. Padahal, janji bantuan tersebut disampaikan Pemkab sejak pertengahan tahun 2019 lalu, atau pasca gempa yang terjadi Juni 2019 kemarin. Wakil ketua II DPRD Halsel, Muslim Hi. Rakib mengaku, informasi yang diterima dirinya bersama komisi III ini mencuat saat Kunjungan Kerja (Kuker) ke BNPB, belum lama ini. Dikatakan Muslim, dana bantuan untuk korban gemba di kabupaten Halsel sudah dikucurkan BNPB sebesar Rp 92 miliar melalui Pemkab. "Bantuan BNPB itu sudah dikucurkan sejak 2019 kemarin,”bebernya.

Untuk memastikan informasi ini, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Daud Djubedi saat dikonfirmasi secara terpisah justru berkilah. Diakui Daud kalau sampai saat ini, pihaknya masih menyelesaikan sejumlah administrasi agar dana tersebut dicairkan BNPB. “Masih ada adminstrasi yang harus diselesaikan di BNPB,”katanya. Namun di sisi lain, Daud kembali mengeluarkan statement yang bertentangan dengan pernyataan sebelumnya. Dimana, ia justru membenarkan kalau dana senilai Rp 92 miliar tersebut sudah ada di bank dan tinggal dicairkan saja. “Kita sudah serahkan daftar nama para korban ke pihak bank. Sementara ini, pihak bank sedang memproses rekening milik para korban dulu,”tandasnya.(sam/aji)