Putri Butuh Biaya Operasi

BAYI:Kondisi Purti Aldira, balita yang baru 14 hari lahir menderita //Atresia Ani///atau lahir tanpa anus saat berada di rumahnya, desa Kampung Makian kecamatan Bacan Selatan, Selasa (10/3)

LABUHA-Putri Aldira (14) hari, balita asal desa desa Kampung Makian kecamatan Bacan Selatan terlahir tanpa anus atau dikenal dengan ///Atresia Ani////. Dengan keterbatasan yang ada, tentu menyulitkan anak pasangan Ajuan Din (36) dan Nurdiana Abdulrahman sulit untuk buang air kecil.

Nurdiana Abdurrahman selaku ibunda Putri ketika ditemui wartawan mengaku, anak semata wayangnya itu di vonis dokter mengalami kelainan sejak lahir dan harus dirujuk ke RSUD Makassar atau Manado untuk menjalani operasi. “Dia (Putri) hanya menangis tiap kali hendak buang air besar. Saya tidak tega melihatnya. Dokter bilang kalau anak saya baru bisa menjalani operasi atau dirujuk ke Makassar atau Manado kalau sudah memasuki usia 6 bulan, sebab kondisi fisik terlalu kecil dan masih lemah,”ucap Nurdiana dengan wajah sedih. Senada juga disampaikan

Ajuan Din, ayah Putri. Diakui Ajudan, dirinya tidak cukup memiliki biaya pengobatan untuk perawatan medis anak pertamanya ini. Olehnya itu, Aajudan berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya pengobatan anaknya menjalani operasi. “Setelah melahirkan di RSUD Labuha, saya dan istri serta anak langsung kembali ke rumah. Saat hendak keluar dari RSUD, anak kami hanya diberikan 5 kantong tempat buang air, sisanya kami beli di tempat lain,”akunya.

Terpisah, direktur RSUD Labuha, Asyia Hasjim saat dikonfirmasi mengaku, Putri Aldira baru bisa dirujuk jika kondisi fisiknya stabil. Makanya, ia ikut menyarankan agar Putri intens mengkonsumsi susu. “Minimal 6 bulan dan maksimal 1 tahun baru bisa dioperasi, itupun kalau kondisi fisiknya stabil. Makanya Putri akan kita pantau, apakah mendapat asi ataukah susu biasa. Nanti kita lihat perkembangannya,”janji dirut, menutup.(sam/aji)